Wanita Korea yang Kurang Berat Badan Masih Ingin Turun BB Lagi

Alih-alih menurunkan, puasa Ramadhan justru berpotensi meningkatkan berat badan. Mengapa bisa demikian?


Read More

Jakarta, CNN Indonesia

Bukan rahasia kalau banyak perempuan Korea Selatan punya tubuh yang super slim. Data bahkan menyebut satu dari enam hingga tujuh wanita Korea berusia 20-an mengalami kekurangan berat badan.

Selain itu hampir separuh wanita dengan berat badan kurang atau normal pada kelompok usia yang sama masih berusaha menurunkan berat badan lebih banyak.

Hal ini terungkap melalui sebuah makalah penelitian yang diterbitkan oleh Badan Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea (KDCA).


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Makalah yang dirilis KDCA menunjukkan bahwa 15,1 persen wanita berusia antara 19 dan 29 tahun mengalami kekurangan berat badan pada tahun 2021 dengan BMI (indeks massa tubuh) kurang dari 18,5.

Rasio perempuan dengan berat badan kurang pada usia yang sama mencapai 14,8 persen antara tahun 2019 dan 2021, naik dari 12,4 persen pada tahun 2016-2018.

Sekitar 16,2 persen wanita dengan berat badan kurang dan 53,9 persen wanita dengan berat badan normal berdasar BMI berusaha menurunkan berat badan.

Ketika kedua angka tersebut digabungkan, hampir setengah, atau 46 persen, wanita dengan berat badan kurang atau normal, masih mencoba menurunkan berat badan.

“Lebih banyak perempuan muda yang cenderung menganggap dirinya kelebihan berat badan karena ekspektasi sosial yang menonjolkan tubuh kurus, sehingga menyebabkan penurunan berat badan tanpa pandang bulu,” tulis makalah tersebut.

“Upaya penurunan berat badan yang dilakukan secara berulang-ulang oleh orang-orang dengan berat badan kurang atau normal dapat berdampak buruk pada sistem kardiovaskular mereka dan meningkatkan kemungkinan malnutrisi, anemia, dan osteoporosis.”

Secara keseluruhan, 54,6 persen pria dan 62,9 persen wanita yang tergolong obesitas, dengan BMI di atas 25, berupaya menurunkan berat badan antara tahun 2019 hingga 2021.

Prevalensi obesitas meningkat di kalangan pria berusia 30-an dan 40-an, dari 44,9 persen dan 42,2 persen pada periode 2013-2015, menjadi 52 persen dan 51,1 persen pada periode 2019-2021.

Sebaliknya, rasio pria berusia 30-an dan 40-an yang mencoba menurunkan berat badan mengalami penurunan meskipun prevalensi obesitas makin meningkat.

Rasio pria kelebihan berat badan yang mencoba menurunkan berat badan menurun dari 57,5 persen menjadi 56,9 persen pada usia 30-an, dan dari 61,9 persen menjadi 54,7 persen pada usia 40-an.

“Upaya untuk menurunkan berat badan menurun di kalangan pria yang mengalami obesitas, sementara lebih banyak wanita muda yang melakukan upaya tersebut meskipun mereka punya berat badan rendah.”

 

(chs)

[Gambas:Video CNN]



Sumber: www.cnnindonesia.com

Related posts