Viral Mandi Lumpur Mengingatkan pada Ice Bucket Challenge, Termasuk Ancaman Bahaya untuk Kesehatan?

Lebih dari lima tahun silam, viral tantangan ice bucket challenge. Tujuannya adalah membangun kesadaran akan penyakit tertentu serta menggalang donasi. Bertujuan positif, kegiatan ini juga memunculkan kontroversi. Satu orang meninggal dunia, serta ada ancaman bahaya kesehatan. Kekinian, di Indonesia sedang marak live: mud bath alias mandi lumpur.

Read More

Dikutip dari Suara Soreang, TiktoTer dengan nama akun Mud Bath membuat kegiatan mandi lumpur ini viral. Sang pemilik menjadi sosok yang mengabadikan kegiatan, sementara para tetangganya, mulai ibu-ibu, bapak-bapak, sampai nenek-nenek bergantian berendam di bak lumpur sebagai challenge.

Kegiatan ini menuai kontroversi, yaitu dituduh sebagai aksi mengemis karena para penonton memberikan gift berupa mawar yang satu unitnya dihargai Rp 200. Lantas peserta melakukan challenge agar bisa meraup cuan. Tentunya semakin banyak taburan mawar makin banyak duit diraup.

Sang pemilik akun yang bernama asli Sultan Akhyar, sebagaimana disimak dari tayangan Pagi-Pagi Ambyar menjelaskan bahwa aksi live yang ia tayangkan bukanlah aksi mengemis seperti dituduhkan beberapa warganet.

“Bukan pengemis sih menurut saya, karena punya challenge: satu kali satu mawar satu kali guyur. Terus ada yang 100 koin itu pakai bak satu kali,” jelasnya pada Kamis (19/1/2023).

Ia menceritakan awalnya konten adalah tergiur penghasilan teman yang bisa mencapai Rp 700.000 untuk dua sampai tiga jam live Mandi Lumpur. Kemudian digarapnya acara sendiri yang mampu membuatnya panen duit.

Sultan Akhyar juga menambahkan, selain menayangkan live para peserta, ia juga menyediakan penganan serta air hangat bagi mereka.

Salah satu pesertanya adalah Nenek Raimin yang saat itu ikut menjadi bintang tamu di Pagi-Pagi Ambyar, sebuah acara talkshow televisi ternama.

“Saya ini yang miskin, ada uang untuk beli belanjaan aja. Saya mau ikut mandi ini, berarti sudah bisa dapet segini-gini. Sendirian ikut senang hati,” kata Nenek Raimin yang sudah bisa menghasilkan antara Rp 2 juta hingga 4 juta.

Sementara itu, dikutip dari Ranah.co.id, live TikTok Mandi Lumpur bagiĀ  para lanjut usia (lansia) membuat berang pengusaha kenamaan Jhon LBF.

Dalam tayangan Pagi-Pagi Ambyar yang videonya dibagikan akun Instagram rumpi_gosip pada Jumat (20/1/2023), Jhon LBF menyatakan kegiatan kakek atau nenek mandi lumpur sudah keterlaluan. Perlakuan pada lansia ini adalah bentuk eksploitasi yang tidak beradab.

“Sangat melukai hati saya, karena saya ini bisa dibilang kalau yang namanya berhubungan sama ibu, sama orang tua, ibu itu harus dimuliakan, ditinggikan derajatnya, bukan dieksploitasi dengan cara yang tidak beradab,” beber Jhon LBF dikutip dari yoursay.suara.com pada Jumat (20/1/2023).

Jhon LBF menawarkan pekerjaan kepada pemilik akun TikTok itu agar menghentikan Tiktok Live Mandi Lumpur. Namun ia menyesalkan respons pemilik akun yang malah terkesan memerasnya.

“Yang saya sesalkan bukan respons baik, malah bikin stitch video seolah-olah saya memerasnya,” tukas Jhon LBF.

Ujung-ujungnya, ia akan mempolisikan pemilik akun TikTok nenek mandi lumpur, jika terus melakukan siaran itu.


Loading…

Sumber: metro.suara.com

Related posts