Tao Toba Heritage Fest Bakal Usung Keindahan Danau Toba dan Perkenalkan Wisata Kuliner Lokal

Suara.com – Untuk mengusung keindahan Danau Toba dan memperkenalkan wisata kuliner lokal, Renjana Productions menyelenggarakan festival bertema Tao Toba Heritage Fest.

Read More

Danau Toba (Tao Toba) adalah danau vulkanik terbesar di dunia yang menjadi wisata unggulan Sumatera Utara, tepatnya di Pulau Samosir. Bukan hanya tentang keindahan alamnya yang memesona, Tao Toba juga menyimpan sejarah dan warisan budaya yang prestisius.

Festival akan menampilkan pagelaran budaya, festival musik, agenda bersepeda, hingga pameran UMKM.

Salah satu budaya yang akan diusung adalah Mangalahat Horbo, yang menjadi puncak pagelaran budaya di Tao Toba Heritage Fest. Ini merupakan tradisi tertua Batak Toba kepada ‘Sang Pencipta yang Agung’ agar masyarakat mendapatkan keberkahan, kebesaran hati, kekuatan, kemakmuran, serta panen melimpah–biasanya diadakan pada perayaan panen, kemenangan, pemberian gelar, dan kelahiran raja.

Acara ini juga mempersembahkan Manortor massal di Tao Toba Heritage Fest, yaitu prosesi tarian adat sebagai bentuk kegembiraan dan penghormatan kepada Tuhan, leluhur, serta raja-raja. Tarian ini juga merupakan media untuk menyampaikan harapan dan memohon perlindungan.

Tradisi ini dipersembahkan dengan sajian-sajian musik dan dimeriahkan oleh Marsada Band, Ipang Lazuardi, Jamrud, Naff, dan Viky Sianipar.

“Renjana Productions akan mengeksplorasi dan mempresentasikan budaya serta keindahan Danau Toba dengan cara terbaik yang semoga dapat membantu mendorong menghidupkan pariwisata setempat. Indonesia keren, ayo kita ke Samosir!” jelas Raiden Soedjono, Project Director Tao Toba Fest.

Para peserta juga diajak untuk menikmati alam Danau Toba pada aktivasi ‘Fun Ride Toba Heritage’, yaitu bersepeda 17 km melalui rute Tuk-Tuk Siandongv–Tomok–Desa Garoga–Ambarita–Silagan–Tukutuk.

Rute tersebut melewati berbagai spot memesona, termasuk Bukit Beta, Pasar Kerajinan Tangan & Oleh-Oleh Tomok, Makam Raja Batak Sidabutar Peninggalan Zaman Megalitikum di Desa Tomok, Museum Adat Batak, Simagande Waterfall, Situs Kerajaan Adat Batak Huta Sialagan, dan kawasan distrik Hotel Tuktuk.

“Kami ingin mempertontonkan bahwa Indonesia itu keren dengan segala warna-warni alam dan budaya yang luar biasa, salah satunya adalah Danau Toba. Danau Toba juga memiliki landscape yang sangat cantik dengan budaya yang terjaga dengan baik sehingga akan menggugah hasrat dan rasa penasaran wisatawan baik lokal dan internasional untuk datang ke sini,” jelas Fendy Mugni, CEO Renjana Production.

Festival ini dibuka secara gratis untuk menjangkau wisatawan yang lebih luas, namun tetap ada pembatasan kerumunan yaitu sekitar 4.000-5.000 pengunjung, yang diawasi oleh kepolisian setempat dan menerapkan protokol kesehatan sesuai dengan peraturan.



Sumber: www.suara.com

Related posts