Speech Delay Mengintai Anak, Kenali Ciri dan Cara Mencegahnya

Hari ini, Selasa (25/7) merupakan Hari Pencegahan Tenggelam Sedunia atau World Drowning Prevention Day. Kenali pentingnya mengajarkan anak berenang.
Jakarta, CNN Indonesia

Speech delay atau keterlambatan bicara jadi salah satu masalah yang banyak dialami anak. Kenali ciri-ciri speech delay yang perlu diwaspadai.

Read More

Salah satu biang kerok speech delay adalah pemberian gawai sejak dini tanpa batasan waktu.

Dokter konsultan tumbuh kembang anak di Eka Hospital Cibubur Lies Dewi mengatakan, speech delay bukan hanya membuat anak mengalami keterlambatan bicara.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sayangnya, masih banyak orang tua yang justru tak sadar akan speech delay yang dialami si buah hati. Padahal jika dibiarkan, speech delay akan berdampak negatif terhadap pertumbuhan anak ke depannya. Misalnya berpengaruh terhadap masalah sosial, emosional, perilaku, hingga kognitif anak.

“Dan ini semua akan berdampak buruk ketika mereka dewasa,” kata Lies dalam keterangan tertulis, Senin (8/5).

Lantas, apa saja ciri-ciri anak yang mengalami speech delay? Bagaimana mengatasinya?

Ciri-ciri speech delay

Kemampuan bicara merupakan aktivitas yang penting untuk anak. Menumbuhkan kemampuan bicara harus melibatkan tiga organ, yakni otak, telinga, dan mulut.

Oleh karena itu, dalam berbicara bukan hanya mulut yang harus berfungsi, tapi juga telinga.

Biasanya tanda-tanda speech delay akan muncul saat anak memasuki usia 12 bulan. Berikut di antaranya yang bisa diperhatikan orang tua.

1. Tidak mengoceh




Ilustrasi. Ada beberapa ciri-ciri speech delay yang perlu diwaspadai orang tua. (fujikama/Pixabay)

Hal ini bisa terjadi pada usia 12 bulan. Pada usia ini, anak seharusnya mulai mengoceh atau babbling. Namun, hal itu justru tidak terjadi.

“Anak juga belum menggunakan anggota tubuhnya untuk berkomunikasi, seperti menunjuk dengan jari,” kata dia.

2. Tak bisa mengungkap satu kata

Di usia 16 bulan, anak belum bisa mengungkapkan sebuah kata dengan benar. Alih-alih mengucapkan kata dengan benar, anak hanya terus mengoceh kata tak berarti.

3. Tidak bisa mengungkap kalimat

Di usia 24 bulan, anak belum bisa menyampaikan kalimat yang terdiri dari dua kata. Jumlah kosakata yang dikuasai juga biasanya tak lebih dari 15 kata.

“Anak juga kehilangan kemampuan untuk berbicara atau bersosialisasi di usia yang seharusnya dia mulai berteman dengan teman-temannya seusianya,” kata dia.

Simak ciri-ciri speech delay dan cara mencegahnya di halaman berikutnya..




Sumber: www.cnnindonesia.com

Related posts