Siti Rodiah Viral Pasca Debat Pilpres 2024, Berapa Gaji Seorang Juru Bicara Isyarat?

SuaraJabar.id – Masih ingat dengan Winda Utami? Seorang juru bahasa isyarat (JBI) yang viral pasca perayaan HUT Kemerdekaan RI ke-77 di Istana Merdeka tahun lalu. Winda jadi viral karena begitu ekspresif saat menerjemahkan lagu Ojo Dibandingke yang dibawakan Farel Prayoga.

Read More

Nah, setelah Winda Utami, pasca debat ketiga Pilpres 2024 yang berlangsung kemarin Minggu (7/1) di Istora Senayan, Jakarta, seorang juru bahasa isyarat perempuan kembali viral.

Ia adalah Siti Rodiah yang begitu ekspresif dan energic saat memandu debat ketiga Pilpres 2024.

Wanita kacamata itu terlihat begitu ekspresif, energic dan berusaha tunjukkan bagaimana kondisi keriuhan Istora Senayan saat debat berlangsung untuk saudara-saudara kita yang tuna rungu.

Siti Rodiah merupakan salah satu Guru Pusat Bahasa Isyarat Indonesia. Di akun Instagram miliknya, Siti Rodiah sangat aktif mensosialisasikan bahasa isyarat.

Siti yang diketahui sebagai Wakil Sekretaris Umum GERKATIN itu sempat unggah soal pencegahan mengatasi kekerasan seksual untuk rekan-rekan disabilitas.

Selain itu, Siti Rodiah juga diketahui sebagai mentor di Pusat Bahasa Isyarat Indonesia alias Pusbisindo.

Sebagai seorang juru bahasa isyarat, kira-kira berapa penghasilan yang didapat Siti Rodiah ataupun Winda Utami?

Mengutip dari sejumlah sumber, pekerjaan sebagai JBI di negara ini tidak begitu populer. Padahal jika melihat ke luar negeri, pekerjaan ini mendapat pengakuan.

Tak hanya sekedar mendapat pengakuan, gaji seorang JBI di negara lain juga terbilang cukup besar. Di Amerika Serikat misalnya, seorang JBI bisa mendapat gaji Rp3 juta per 1 jam.

Besaran gaji tersebut juga dibagi menjadi 4 level yakni level 1 tingkat bawah dengan gaji sekitar Rp341.000 sampai 1jutaan. Sementara, gaji penerjemah bahasa isyarat tingkat profesional dapat mengantongi gaji sekitar Rp4juta sampai 8 juta.

Jika mempunyai kemampuan bahasa asing tertentu, gaji untuk penerjemah bahasa isyarat dapat melebihi nominal tersebut. Perhitungannya bisa mendapat gaji Rp8-10 juta untuk per 8 jam kerja. 

Sumber: jabar.suara.com

Related posts