Siapa yang Paling Berisiko Terkena Infeksi Polio?

Kasus gagal ginjal akut banyak terjadi pada anak. Berapa rata-rata usia pasien gagal ginjal akut?
Jakarta, CNN Indonesia

Infeksi virus polio kini menjadi sorotan setelah ditemukannya satu kasus di Kabupaten Pidie, DI Aceh beberapa waktu lalu.

Read More

Penyakit ini lantas menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat. Pertanyaannya, siapa yang paling berisiko terkena polio?

Polio adalah penyakit menular yang disebabkan infeksi virus. Penyakit ini menyerang saraf dan bisa menyebabkan kelumpuhan, kesulitan bernapas, hingga yang paling fatal adalah kematian.

Gejala Infeksi Polio

Tak semua virus polio menyebabkan kelumpuhan. Pada beberapa kasus, infeksi justru hanya menimbulkan gejala ringan serupa flu, seperti berikut:

– demam,
– sakit tenggorokan,
– sakit kepala,
– muntah,
– kelelahan,
– sakit atau kaku pada bagian punggung dan leher,
– otot terasa lemah.

Gejala-gejala di atas umumnya akan bertahan selama setidaknya 10 hari.

Sementara pada kasus yang lebih serius, polio bisa menimbulkan kelumpuhan. Berikut beberapa gejala yang mungkin muncul:

– kehilangan refleks,
– lemah otot yang sangat intens,
– kaki terkulai.

Kelompok yang Berisiko Polio


Ilustrasi. Siapa saja sebenarnya berisiko terkena polio. (iStockphoto/kemalbas)

Pada dasarnya, virus ini bisa menyerang siapa saja. Tapi, siapa yang paling berisiko terkena polio?

Berdasarkan catatan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), polio umumnya menyerang anak usia di bawah lima tahun. Tapi, kelompok dewasa juga bisa tertular polio jika memiliki faktor risiko.

Menukil laman Center for Disease and Prevention Control (CDC), kelompok yang paling berisiko terinfeksi adalah mereka yang tak pernah mendapatkan vaksinasi polio.

Tak hanya itu, risiko penyakit parah hingga kematian akibat infeksi pada orang yang tidak mendapatkan vaksinasi juga akan meningkat seiring bertambahnya usia.

Sebagaimana diketahui juga, satu pasien polio yang ditemukan di Aceh juga dilaporkan belum mendapatkan vaksinasi polio.

Virus ini menyebar melalui droplet atau kotoran orang yang terinfeksi. Vaksinasi menjadi satu-satunya cara untuk melindungi diri dari polio.

Ada dua jenis vaksin polio, yakni vaksin oral (OPV)dan vaksin virus polio yang dinonaktifkan (IPV).

OPV diberikan secara oral. Vaksin ini dapat menginduksi kekebalan usus, yang penting untuk menghentikan penularan virus polio.

Sementara IPV diberikan melalui suntikan. IPV diklaim efektif dalam mencegah keparahan penyakit yang disebabkan infeksi polio.

Demikian penjelasan mengenai siapa yang berisiko terkena polio. Semoga membantu.

(asr)



[Gambas:Video CNN]




Sumber: www.cnnindonesia.com

Related posts