Sehari Makan Bak Bangsawan di Pura Mangkunegaran

Pracimasana merupakan restoran yang berada di dalam kompleks Pura Mangkunegaran, Solo, Jawa Tengah. Anda bisa mencicipi sajian
Jakarta, CNN Indonesia

Di Pura Mangkunegaran, para pengunjung tak cuma bisa sowan. Pengunjung bisa bisa dijamu dengan sajian khas bangsawan di Pracimasana.

Read More

Keberadaan Taman Pracima atau Pracima Tuin jadi daya tarik tersendiri bagi Kota Solo, Jawa Tengah. Belakangan, foto-foto suasana taman dan cerita warganet bersantap di Pracimasana ramai di media sosial.

Betapa tidak, Pracimasana menawarkan sajian khas Kadipaten Mangkunegaran. Beberapa di antaranya merupakan menu favorit raja.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun, untuk bersantap di Pracimasana, pengunjung harus melakukan reservasi terlebih dahulu melalui tautan yang dipasang di akun Instagram resmi @pracima.mn. Reservasi setidaknya bisa dilakukan tujuh hari sebelum kedatangan.

Setelah reservasi dilakukan, Anda bakal menerima konfirmasi ID via surat elektronik.

Tak bisa asal berbusana

Siapa yang tak ingin berfoto ria di kompleks Pracima Tuin? Demi hasil foto maksimal, tentu pemilihan busana sangat dipertimbangkan. Anda tak bisa asal-asalan berbusana saat ingin memasuki kompleks ini.

Beberapa jam sebelum waktu reservasi, Anda akan menerima pesan singkat dari pihak restoran berisi pengingat, akses masuk restoran, serta syarat dan ketentuan selama bersantap. Syarat dan ketentuan ini termasuk busana yang dikenakan.

Karena termasuk sebagai salah satu area Pura Mangkunegaran, pengunjung restoran diimbau untuk mengenakan busana sopan dengan bawahan menutupi lutut.

Yang tak kalah penting lagi, pengunjung juga tidak diperkenankan memakai batik motif lereng atau parang, tak mengenakan kebaya berbahan beludru, dan tidak memakai sandal jepit.

Di lingkup keraton, motif parang hanya boleh dikenakan oleh raja dan keluarganya. Motif diciptakan oleh Sultan Mataram Islam Panembahan Senopati dan jadi salah satu motif batik tertua di Indonesia.

Di samping itu, pengunjung tidak diperkenankan membawa segala jenis kamera dan fotografer. Anda hanya bisa mengambil gambar menggunakan ponsel.

Ketentuan lama bersantap hanya 1,5 jam dengan minimum pembelian Rp100 ribu per orang. Namun, tidak ada batasan waktu untuk eksplorasi area taman atau berfoto di beberapa sudut restoran.

Sajian khas Kadipaten Mangkunegaran




Sajian brubus, makanan pembuka di Pracimasana, Pura Mangkunegaran, Solo. (CNN Indonesia/ Elise Dwi)

Dari luar, bangunan restoran didominasi kaca dan ornamen warna putih. Begitu masuk, suasana modern ala Eropa begitu terasa berkat langit-langit bangunan yang tinggi dan dilengkapi lampu gantung.

Karena sudah melalui reservasi, Anda akan diarahkan oleh pramusaji berseragam kebaya dan surjan lurik dilengkapi bawahan kain batik.

Menu-menu yang disajikan cukup beragam. Meski ada nama-nama menu yang menggunakan bahasa Jawa, tetapi Anda tak akan kebingungan sebab tiap menu diberi keterangan lengkap.

Ada beberapa menu unjukan (minuman) seperti teh, jus, jamu, kopi, dan wedang rempah. Sementara untuk makanan Anda bisa menikmati berbagai kudapan, selat, sup, dan makanan penutup.

Minuman jamu Beras Kencur dan Wedang Rempah Lemon rasanya pas untuk menuntaskan dahaga sekaligus memberikan manfaat.

Beda dengan umumnya yang berwarna krem pucat, sajian beras kencur ala Pracimasana justru punya warna agar kekuningan yang dihasilkan dari kunyit. Saat dicicip, rasanya manis, pedas, dan sedikit asam.

Wedang rempah juga dikenal sebagai minuman penghangat tubuh bagi orang Jawa, termasuk warga Istana Mangkunegaran. Jika ingin rasa yang unik, Anda bisa mencoba Wedang Rempah Lemon di Pracimasana.

Wedang ini diracik dari kayu manis, kapulaga, pekak, cengkeh, dan lemon. Rasanya manis-manis segar ditambah cita rasa rempah yang sedap dan hangat.

Simak ulasan makan di Pracimasana, Pura Mangkunegaran selengkapnya di halaman berikutnya..




Sumber: www.cnnindonesia.com

Related posts