Sarang Burung Langka Terekspos di Area Bandara Auckland Selandia Baru

Eksistensi spesies Burung Dotterel di Selandia Baru dianggap terancam, tetapi memiliki status konservasi
Jakarta, CNN Indonesia

Sekumpulan Burung Dotterel yang merupakan satwa asli Selandia Baru dan masuk kategori hewan langka, belakangan telah menemukan tempat perlindungan baru.

Read More

Tempat itu bukan di pohon atau habitat aslinya, melainkan lapangan terbang Bandara Auckland di Selandia Baru.

Burung yang juga punya nama tūturiwhatu itu telah menetap selama delapan minggu terakhir, membangun sarang dan bertelur di area berumput di antara jalur taksi Bandara Auckland, Selandia Baru.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Seperti dilansir Stuff, eksistensi spesies ini dianggap terancam, tetapi memiliki status konservasi “pemulihan” dengan populasinya yang lebih dari 2.500 ekor.

Akan tetapi, spesies selatannya dinilai amat terancam punah. Ada empat pasang dotterel utara yang bersarang di Bandara Auckland dan diperkirakan akan bertambah antara sekarang hingga Natal.

Tahun ini, pihak bandara melakukan pengikatan dan pelacakan burung-burung tersebut untuk melihat apakah mereka kembali ke sarang setiap tahunnya.

Upaya pihak bandara ini juga dilakukan untuk mengetahui apakah anak-anak burung itu kembali ke tempat tersebut untuk bertelur.

“Setiap tahun kami mendapatkan antara delapan dan 12 dotterel yang bersarang di bandara,” kata manajer satwa liar bandara, Lucy Hawley.

“Selama 10 tahun terakhir, kami memperkirakan akan melihat sekitar 80 dotterel menetas di lapangan terbang kami, sesuatu yang sangat kami banggakan,” ucapnya.




Bandara Auckland, Selandia Baru. (iStockphoto/aimintang)

Lapangan terbang ini sudah menjadi “tempat perlindungan” bagi burung-burung, berkat pagar tinggi di sekelilingnya yang mencegah predator.

Tim satwa liar di bandara berupaya menjaga keamanan burung-burung tersebut dengan mencatat lokasi sarang mereka menggunakan teknologi GIS, serta menggunakan tiang berwarna di sekitar area sarang agar pekerja lapangan terbang seperti pemotong rumput dapat berhati-hati.

“Burung-burung kecil ini sama sekali tidak memperhatikan pesawat raksasa yang bergerak di sekitar mereka dan tidak memiliki masalah untuk menetap di samping taxiway,” tambah Hawley.

Karena ukurannya yang kecil, para dotterel tidak menimbulkan risiko serangan burung, yaitu berupa tabrakan antara burung dan pesawat terbang.

Namun, pihak bandara menerapkan berbagai teknik untuk mencegah spesies lain, seperti sirene, dan penggunaan jenis rumput khusus yang menghasilkan benih yang daya tariknya terbatas bagi burung.

(dhs/wiw)


[Gambas:Video CNN]



Sumber: www.cnnindonesia.com

Related posts