Ramai soal Wabah Flu Babi di Kupang, Bisakah Menular ke Manusia?

Wabah yang diduga flu babi di Kupang, Nusa Tenggara Timur tengah jadi sorotan. Pertanyaannya, bisakah penyakit yang menyerang babi itu menular ke manusia?

Jakarta, CNN Indonesia

Wabah yang diduga flu babi di Kupang, Nusa Tenggara Timur tengah jadi sorotan. Puluhan ekor babi ditemukan mati diduga akibat virus African swine fever (ASF) alias flu babi.

Read More

Pertanyaannya, apakah flu babi bisa menular ke manusia? Mengingat sajian berbahan daging babi juga cukup banyak ditemukan di tengah masyarakat, utamanya kelompok non-Muslim.

Balai Karantina Pertanian Kelas I Kupang mengkonfirmasi temuan babi yang mati. Namun, mereka belum bisa memastikan bahwa kematian babi disebabkan oleh ASF.

“Kami sudah dapat informasi tersebut. Namun, kami belum bisa pastikan bahwa sejumlah babi itu mati akibat ASF,” kata kata Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas I Kupang Yulius Umbu Hunggar, seperti dilaporkan Antara.

ASF merupakan penyakit pada babi yang sangat menular dan bisa mengakibatkan kematian pada babi hingga 100 persen.

Babi-babi yang terserang ASF akan mengalami gejala klinis seperti berikut:

– kemerahan di bagian perut, dada, skrotum dan telinga,
– diare berdarah,
– demam hingga 41 derajat Celcius,
– konjungtivitis (mata merah, meradang),
– kejang,
– muntah,
– diare atau sembelit,
– sulit bernapas, tidak mau makan.

Seperti dikutip dari laman Kementerian Pertanian RI, ASF jadi ancaman terhadap populasi babi di Indonesia yang mencapai 8,5 juta ekor.

Wabah flu babi di Kupang ini sebenarnya bukan yang pertama kali. Pada Februari 2021 lalu, ribuan babi di NTT dilaporkan mati akibat ASF.

Hal yang sama juga pernah terjadi pada tahun 2020 lalu. Kerugian peternak ditaksir mencapai puluhan juta rupiah.

Bisakah flu babi menular pada manusia?


Ilustrasi. Virus penyebab flu babi tak akan menular ke manusia. (REUTERS/CHALINEE THIRASUPA)

Penularan biasanya terjadi melalui kontak fisik antara babi yang sehat dan babi yang terinfeksi. Hingga saat ini, belum ada obat yang bisa menyembuhkan ASF.

Tak cuma itu, virusnya pun mampu bertahan di lingkungan luar dan relatif lebih tahan terhadap desinfektan.

Kementan RI memastikan ASF tidak berbahaya bagi manusia dan bukan merupakan masalah kesehatan masyarakat. ASF pun tidak dikategorikan sebagai penyakit zoonosis atau penyakit yang ditularkan dari hewan ke manusia.

Dengan demikian, produk babi tetap aman untuk dikonsumsi.

(els/asr)



[Gambas:Video CNN]




Sumber: www.cnnindonesia.com

Related posts