Prabowo Subianto Minta Anies Baswedan Belajar Ekonomi Lagi, Padahal Gelarnya Mentereng dari Universitas Luar Negeri

Suara.com – Debat Capres 2024 semalam berlangsung panas pada segmen ketiga saat para calon presiden saling melempar pertanyaan terhadap kandidat lain. Salah satu momen itu terekam saat calon nomor urut 2 Prabowo Subianto diminta menanggapi capres nomor urut 1, Anies Baswedan, dan capres nomor urut 3, Ganjar Pranowo terkait dengan utang luar negeri. 

Prabowo Subianto mengaku sependapat dengan Ganjar namun tidak dengan Anies Baswedan.

Read More

“Jangan-jangan guru kita buku kita sama Pak Ganjar, kok saya, saya banyak sependapat,” katanya ke Ganjar menunjukan nada setuju.

“Tapi Pak Anies, saya kira Pak Anies perlu belajar ekonomi lagi,” ujarnya menyinggung Anies.

“Kalau billing ideal 30% itu dasarnya apa. Yang di bawah kita itu Arab Saudi, Rusia, pokoknya negara yang punya sumber daya alam luar biasa.. Kita.. salah satu terendah sekarang,” tambahnya.

Pertanyaan Prabowo Subianto tersebut membuat Prabowo Subianto penasaran tentang riwayat pendidikan Anies Baswedan. 

Riwayat Pendidikan Anies Baswedan

Capres nomor urut satu, Anies Baswedan memberikan pemaparan saat Debat Capres Ketiga di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (7/1/2024). [Suara.com/Alfian Winanto]

Anies lahir di Kuningan, Jawa Barat pada 7 Mei 1969 dari Rasyid Baswedan dan Aliyah Rasyid. Dia mulai pendidikan di TK Masjid Syuhada dan kemudian SD Laboratori, Yogyakarta. Selama masa kecilnya, Anies mudah bergaul dan aktif dalam berbagai kegiatan sekolah.

Setelah lulus SD, Anies masuk SMP Negeri 5 Yogyakarta. Di sini, dia terlibat dalam Organisasi Siswa Intra Sekolah dan menjabat sebagai pengurus humas. Di SMA Negeri 2 Yogyakarta, Anies aktif dalam organisasi siswa, menjadi Wakil Ketua OSIS, dan terpilih menjadi Ketua OSIS se-Indonesia pada tahun 1985.

Setelah tahun pertukaran pelajar di Amerika Serikat, Anies terlibat dalam jurnalistik di Televisi Republik Indonesia cabang Yogyakarta. Dia kemudian melanjutkan pendidikan di Fakultas Ekonomi UGM, aktif di Himpunan Mahasiswa Islam, dan memainkan peran penting dalam organisasi mahasiswa.

Selama kuliah, Anies memimpin Senat Mahasiswa UGM dan membentuk Badan Eksekutif Mahasiswa. Setelah itu, dia melanjutkan studi master di University of Marylan di bidang International Security and Economic Policy di University of Maryland, College Park dengan beasiswa. 

Anies melanjutkan studinya setelah mendapat beasiswa program doktoral dari Northern Illinois University. Ia menulis disertasi mengenai “Otonomi Daerah dan Pola Demokrasi di Indonesia”.

Anies juga menjadi rektor termuda di Indonesia ketika dipilih menjadi Rektor Universitas Paramadina. Dia menciptakan program Fellowship dan mata kuliah Anti Korupsi sebagai bagian dari inisiatifnya dalam bidang pendidikan.

Sumber: www.suara.com

Related posts