Pikiran Kacau Balau, Kapan Harus ke Psikolog?

Efek pikiran yang kacau balau akan saling berbeda pada setiap orang. Lantas, kapan sebaiknya meminta bantuan psikolog saat pikiran sedang diliputi kegundahan?
Jakarta, CNN Indonesia

Kesehatan mental memang tak boleh diabaikan. Jika jiwa Anda sakit, masalah kesehatan lain justru bisa muncul.

Read More

Terbukti, saat stres, berbagai penyakit juga bisa berdatangan. Tidak jarang penyakit-penyakit yang datang juga bisa mengancam jiwa.

Stres, depresi, atau bahkan masalah mental lain seperti bipolar hingga skizofrenia bisa dialami siapa saja. Ketika Anda merasa ada yang salah dengan diri, tak ada salahnya mulai mencari pertolongan.

Lantas, kapan sebaiknya berkunjung ke psikolog atau psikiater?

Psikolog dari Universitas Indonesia, Rose Mini Agoes Salim mengatakan bahwa untuk datang ke psikolog atau psikiater membutuhkan kesadaran dan dorongan diri yang besar. Sebab, hasilnya akan berbeda jika orang tersebut datang ke psikolog dengan terpaksa.

“Karena apa, obatnya itu menjalankan apa yang dianjurkan. Kita [psikolog] obatnya adalah saran, tidak ada obat-obatan seperti Anda sakit demam atau penyakit fisik lainnya,” kata Rose saat dihubungi CNNIndonesia.com, Senin (21/11).

Waktu terbaik untuk mendatangi psikolog, menurut Rose, adalah saat Anda tidak mampu membendung diri. Hal ini biasanya ditandai dengan perasaan kacau dan kehilangan keyakinan pada orang lain. Dalam hal ini, Anda tak percaya ada seseorang yang bisa menyimpan rahasia dan membuat Anda menjadi lebih tenang.

“Misalnya tidak bisa cerita ke orang tua karena akan di-judge macam-macam, tidak bisa cerita ke teman karena takut dibocorkan. Pokoknya ketika Anda ingin curhat, tapi bingung harus ke siapa yang bisa dipercaya,” kata Rose.

Bukan hanya itu, Anda juga bisa datang ke psikolog ketika membutuhkan bantuan dari segi saran dan ketenangan. Ketika merasa benar-benar kacau dan tidak ada yang bisa menolong, mendatangi psikolog bisa sangat berguna.


Ilustrasi. Datang ke psikolog harus dilakukan dengan kesadaran diri. (Istock/KatarzynaBialasiewicz)

Walau begitu, Rose mengakui, psikolog bukan jalan satu-satunya untuk menyembuhkan mental yang sedang kacau. Sebab pada dasarnya, semua kembali pada diri sendiri.

Jika Anda mendatangi psikolog tapi tidak menjalankan semua saran yang dianjurkan. maka hasilnya tentu akan tetap sia-sia.

“Makanya harus atas kesadaran diri. Intinya kapan pun Anda siap untuk datang ke psikolog, silakan datang,” kata dia.

Beda psikolog dengan psikiater

Anda mungkin bingung tentang siapa yang harus didatangi, psikolog atau psikiater?

Pada dasarnya, kedua peran tersebut sama-sama membantu seseorang yang memiliki masalah mental. Namun demikian, keduanya tetap memiliki perbedaan.

Kata Rose, psikiater merupakan dokter spesialis yang berfokus pada pelayanan terapi dan konseling. Mereka juga memiliki kemampuan medis dan bisa memberikan resep obat.

Sementara psikolog lebih kepada layanan konseling serta dukungan non-medis lainnya. Seorang psikolog hanya boleh memberikan layanan konseling dan tidak boleh meresepkan obat.

“Psikolog hanya terapi, memberi saran, mendengarkan curhat pasien. Sementara psikiater, bisa mendiagnosis, memberi obat dan prosedur medis lain karena mereka mendapat pelatihan itu,” kata Rose.

(tst/asr)






Sumber: www.cnnindonesia.com

Related posts