Pesona Gaya Fashion Prancis di Mata Alexis Mabille

Koleksi Haute Couture Spring/Summer 2024 karya Alexis Mabille adalah gambaran indah seni yang ada dalam dunia mode.


Paris, CNN Indonesia

Read More

Haute couture, gelar yang disematkan kepada para desainer yang menampilkan koleksinya di Paris selama couture week, menjadi sebuah tanda pencapaian di dunia fashion yang bergengsi.

Sebagai sebuah gelar Prancis yang hanya diberikan kepada paragrand couturier(sebutan untuk desainer yang diperbolehkan menggunakan label ‘haute couture’ untuk merk mereka), nyatanya tidak banyak desainer asal Prancis yang mendapatkannya.

Untuk musim panas 2024, ada 30 desainer yang masuk dalam kalender resmi couture week, dan hanya ada 6 label asal Prancis yang didesain dan dikepalai oleh orang Prancis.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Salah satu dari mereka adalah Alexis Mabille.

Desainer yang berasal dari Lyon ini adalah lulusan sekolah milik Chambre Syndicale de la Couture Parisienne, badan yang mengeluarkan apelasi haute couture dan kini bernama Federation de la Haute Couture.

Setelah bekerja untuk rumah mode Undaro, Nina Ricci, dan Christian Dior di bawah naungan John Galliano, Alexia Mabille meluncurkan label eponimnya di tahun 2005, dan sejak 2008 ia menjadi bagian dari kalender couture week.

Kepada CNNIndonesia.com, Alexis menceritakan koleksinya yang kerap menampilkan elemen pita sebagai signature-nya.

“Koleksi ini saya buka dengan sesuatu yang dekat dengan Lyon, yakni renda”, jelasnya.

Koleksi Haute Couture Spring/Summer 2024 karya Alexis Mabille adalah gambaran indah seni yang ada dalam dunia mode. Sama seperti sentuhan transformatif kosmetik yang meningkatkan kecantikan individu, kreasi Alexis Mabille kali ini bermain dengan siluet-siluet dengan perpaduan keanggunan dan siluet dramatis.

Show ini dibuka dengan sebuah gaun tuksedo yang dibuat dari kain crepe putih, bertatahkan renda asal Lyon, satin, dan kancing mutiara. Karya ini menunjukkan tampilan kontemporer pada desain siluet klasik. Gaun tuksedo bustier panjang dihiasi dengan detail rumit seperti hiasan kristal dan mutiara pada renda Lyon putih menjadi look selanjutnya.

Bagian depan berbahan satin dan kancing kristal menambah sentuhan kemewahan, menciptakan tampilan yang elegan. Koleksinya bertransisi dengan mulus dengan munculnya gaun boat neck piqué corolla sutra berwarna merona, dilengkapi dengan ikat pinggang kimono satin.

Dimasukkannya sebuah bodysuit berleher tinggi yang dibuat dari tulle dan payet menambah lapisan kerumitan dan daya tarik. Atasan korset dengan garis leher lebar dan lengan panjang, dipadukan dengan rok berbahan satin duchess berwarna kastanye, menampilkan kombinasi tekstur dan warna yang terampil.

Gaun panjang, menampilkan kerah tinggi dan lengan panjang, dibuat dengan tangan dari bahan jersey satin warna nude, dan dihiasi dengan bordiran yang mencolok bermotif mulut dan mata.

Look penutup adalah sebuah gaun bustier tebal berbahan sutera hitam faille, mencuri perhatian dengan lengan oversized puff, pita di bagian pinggul, dan rok yang mengembang.




Foto: Arsip Istimewa
Alexis Mabille

Secara total, koleksinya terdiri dari 39 look, masing-masing merupakan sapuan kuas di atas kanvas mode menawan yang kental dengan pesona flamboyan fesyen khas Prancis.

“Kota-kota mode yang besar memiliki karakteristiknya sendiri. New York dengan energinya, London dengan kreativitasnya, Milan dengan craft yang berkualitas tinggi.
Namun, haute couture hanya ada di Paris”, tutupnya.

(chs)

[Gambas:Video CNN]



Sumber: www.cnnindonesia.com

Related posts