Persiapan Optimal untuk Hindari Cedera Golf

Kedua, cedera bahu, umumnya diakibatkan oleh adanya beban berlebihan pada otot bahu karena gerakan yang berulang atau teknik yang salah saat main golf.

Jakarta, CNN Indonesia

Read More

Olahraga golf kini kian populer dan digemari masyarakat, baik kalangan muda maupun orangtua. Meski terlihat sederhana, namun olahraga ini tetap memiliki risiko cedera bila tidak dipersiapkan dengan baik.

Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga dari Mayapada Hospital Jakarta Selatan, dr. Taufan Favian Reyhan, SpKO mengatakan, beberapa jenis cedera yang dapat terjadi akibat golf. Pertama, cedera siku, yaitu cedera yang paling umum terjadi pada pemain golf, berupa peradangan pada jaringan tendon di siku karena gerakan yang berulang dan tekanan berlebihan pada siku.

“Apabila cedera terjadi pada siku bagian dalam, cedera ini disebut dengan golfer’s elbow, sementara jika cedera terjadi pada siku bagian luar, cedera ini disebut dengan tennis’ elbow. Meskipun penamaannya berbeda, kedua jenis cedera siku tersebut dapat terjadi pada pemain golf,” ujarnya.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kedua, cedera bahu, umumnya diakibatkan oleh adanya beban berlebihan pada otot bahu karena gerakan yang berulang atau teknik yang salah. Ketiga, cedera tangan dan pergelangan tangan, merupakan jenis cedera yang juga disebabkan oleh gerakan yang berulang dan biasanya disertai dengan nyeri dan pembengkakan.

Keempat, back pain atau nyeri punggung yang disebabkan adanya tekanan saat tubuh melakukan rotasi saat mengayun stik golf. Kelima, cedera pinggang yang disebabkan adanya beban pada sendi pinggang akibat gerakan rotasi/memutar yang berulang.

Keenam, cedera lutut karena otot-otot lutut yang lemah ketika menahan beban berat pada saat tubuh berputar. Ketujuh, cedera kaki dan pergelangan kaki yang bisa disebabkan karena penggunaan sepatu maupun teknik mengayun yang tidak tepat.

“Hingga yang kedelapan adalah kulit terbakar (sun burn) akibat paparan sinar matahari yang berlebihan,” ujar dia.

Seluruh potensi cedera tentu dapat dicegah dan ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko terjadinya cedera, seperti:

1. Melakukan latihan untuk menguatkan otot-otot tubuh yang saat bermain golf.
2. Melakukan pemanasan dengan peregangan dinamis minimal 10 menit sebelum berolahraga dan diakhiri pendinginan dengan peregangan statis.
3. Mempelajari teknik dan gerakan mengayun stik golf yang tepat.
4. Menghindari benturan stik pada tanah atau batu.
5. Menyadari kemampuan fisik dan berlatihlah secara proporsional. Jangan memaksakan diri memukul bola golf terus menerus secara berlebihan, namun sebaiknya fokus pada satu jenis pukulan terlebih dahulu dengan durasi yang lebih singkat.
6. Memilih perlengkapan golf yang tepat dan sesuai, seperti panjang stik dan lebar pegangan tangan yang sesuai, baju dan celana yang nyaman, menggunakan aksesoris (tabir surya, topi, kacamata) untuk mencegah paparan sinar matahari secara langsung, serta penggunaan ukuran sepatu yang tepat.
7. Meningkatkan kebugaran secara umum dan rutin, contohnya dengan jogging ataupun berlari.

Sementara dokter Spesialis Kedokteran Olahraga lainnya, yaitu dari dr. Elsye, SpKO yang praktek di Mayapada Hospital Kuningan, mengungkapkan bahwa persiapan yang baik sebelum bermain golf akan memberikan banyak manfaat dan membuat olahraga menjadi optimal.

Persiapan yang tepat dapat meningkatkan suasana hati, mengurangi stress serta kecemasan, membantu membakar kalori dan menjaga berat badan ideal, meningkatkan konsentrasi dan kinerja otak, meningkatkan kekuatan otot dan menjaga kesehatan tulang, meningkatkan kebugaran dan kesehatan jantung, serta pembuluh darah.

Persiapan golf yang optimal dan sesuai dengan kemampuan tubuh dapat dikonsultasikan lebih lanjut bersama ahlinya. Layanan ini dapat ditemukan di Mayapada Hospital yang secara khusus memiliki layanan Sports Injury Treatment & Performance Center (SITPEC).

Sebagai layanan yang dikhususkan untuk persiapan dan peningkatan performa olahraga, hingga pemulihan dan rehabilitasi setelah cedera olahraga, SITPEC memiliki tim dokter multidisiplin yang terdiri dari Dokter Spesialis Ortopedi Konsultan Cedera Olahraga, Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga, Dokter Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi, Dokter Spesialis Gizi Klinik, Tim Fisioterapi Olahraga, serta Tim Rehabilitasi Medik.

(inh)



Sumber: www.cnnindonesia.com

Related posts