Peneliti Akhirnya Temukan Alasan Urine Berwarna Kuning

Konon, urine yang berbusa menjadi salah satu tanda kerusakan pada ginjal. Benarkah demikian?


Read More

Jakarta, CNN Indonesia

Warna urine memang dapat berubah tergantung hidrasi, pola makan, dan pengobatan yang dijalani seseorang. Namun, rata-rata warna urine pada orang sehat adalah kuning.

Sebuah studi terbaru yang diterbitkan pekan ini dalam jurnal Nature Microbiology, akhirnya mengungkap sebuah misteri lama mengenai penyebab warna kuning dari urine.

Para peneliti dari University of Maryland telah menemukan bahwa enzim yang disebut bilirubin reduktase (BilR) inilah yang memberi warna kuning pada urine.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hasil ini dapat digunakan untuk membantu mempelajari hubungan antara mikrobioma usus dan kondisi kesehatan seperti penyakit kuning dan penyakit radang usus.

Urine merupakan campuran air, elektrolit, dan limbah yang disaring oleh ginjal.

Bagaimana sel darah berubah menjadi pigmen

Saat sel darah merah terdegradasi, pigmen bilirubin dibuat sebagai produk sampingan. Bilirubin dilepaskan di usus untuk dikeluarkan, tetapi masih mungkin untuk diserap kembali.

Jika bilirubin menumpuk di dalam darah, hal ini dapat menyebabkan penyakit kuning dimana kulit dan mata menjadi kuning.

Selama lebih dari 125 tahun, para ahli telah mengetahui bahwa senyawa di usus mengubah bilirubin menjadi senyawa urobilin, yaitu pigmen yang menyebabkan urin berwarna kuning. Namun yang tidak mereka ketahui adalah enzim atau kumpulan enzim apa yang mengubah bilirubin menjadi urobilin.

“Sayangnya, mikroba usus sulit untuk dipelajari,” kata Brantley Hall, asisten profesor di Departemen Biologi Sel dan Genetika Molekuler Universitas Maryland dan penulis studi, seperti dilaporkan Healthline.

“Usus adalah lingkungan yang rendah oksigen, dan banyak bakteri di usus kita tidak dapat bertahan hidup jika terlalu banyak oksigen, sehingga sulit untuk tumbuh dan melakukan percobaan di laboratorium. Hal ini pada akhirnya berarti bahwa hanya segelintir spesies bakteri yang pernah diidentifikasi mampu memetabolisme bilirubin, sehingga membatasi jumlah data yang tersedia.”

Hall mengatakan kemajuan dalam pengurutan genom membantu mereka menemukan enzim kunci ini.

“Pekerjaan kami untuk menemukan BilR bergantung pada penggabungan skrining eksperimental dengan analisis genom, sebuah pendekatan yang hanya mungkin dilakukan dengan isolasi lebih banyak spesies bakteri usus dan kemajuan teknologi pengurutan genom,” katanya.

“Jadi secara ringkas, kami mengungkap aspek mendasar tentang bagaimana mikrobioma usus memengaruhi kehidupan kita sehari-hari.”

“Mikroba usus mengkode enzim bilirubin reduktase yang mengubah bilirubin menjadi produk sampingan tidak berwarna yang disebut urobilinogen,” jelas Hall dalam sebuah pernyataan.

“Urobilinogen kemudian secara spontan terurai menjadi molekul yang disebut urobilin, yang bertanggung jawab atas warna kuning yang kita semua kenal.”

Untuk apa memperhatikan warna urine?

Pakar urologi di Northwell Lenox Hill Hospital mengatakan, warna urine dapat menunjukkan berbagai masalah kesehatan pada pasien.

“Urine berwarna kuning atau kuning tua mungkin menandakan seseorang kurang terhidrasi,” kata Berookhim.

“Urine berwarna merah biasanya menunjukkan adanya darah dalam urine, yang mungkin berhubungan dengan batu ginjal, pembesaran prostat, infeksi saluran kemih, kanker kandung kemih, atau kanker ginjal.”

Beberapa disfungsi hati juga bisa dikaitkan dengan urine berwarna merah. Urine berwarna coklat juga mungkin mencerminkan disfungsi hati atau adanya darah lama di saluran kemih, jelas Berookhim.

(pua/pua)

[Gambas:Video CNN]



Sumber: www.cnnindonesia.com

Related posts