‘No Nut November’ Bulan Tanpa Masturbasi, Bermanfaat Enggak?

Viral sebuah unggahan video di media sosial TikTok memperlihatkan seorang anak yang memegang alat kelaminnya. Apa sebabnya?
Jakarta, CNN Indonesia

Tak ada yang salah dengan masturbasi. Namun di bulan November ini, para pria justru diajak untuk menahan hasrat untuk masturbasi.

Read More

Gara-garanya adalah No Nut November yang selalu ngetren saban memasuki bulan November.

No Nut November adalah tantangan yang mengajak pria untuk tidak melakukan masturbasi selama satu bulan penuh sepanjang November.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mengutip New York Post, gerakan ini dipopulerkan sejak 2011 lalu di dalam forum diskusi Reddit. Mereka menyebut November sebagai ‘bulan bebas masturbasi’

Para pendukungnya mengklaim bahwa bulan bebas masturbasi memberikan manfaat untuk kesehatan. Sebut saja kondisi mental yang lebih baik, penurunan ketergantungan pada pornografi, hingga peningkatan testosteron.

Namun demikian, klaim ini banyak dibantah oleh para dokter. Mereka menyebut bahwa tak ada penelitian yang dapat mendukung klaim tersebut.

Ahli urologi Rina Malik mengatakan bahwa alih-alih bermanfaat, sengaja menyetop aktivitas masturbasi justru bisa memicu rasa tidak nyaman.

Kondisi ini dikenal dengan istilah ‘blue ball‘ yang menggambarkan rasa nyeri pada skrotum akibat tak adanya orgasme meski gairah seksual terus meningkat.

Selain itu, lanjut Malik, tidak masturbasi dalam waktu lama juga bisa menimbulkan kurangnya pelepasan yang dapat menurunkan kualitas sperma.

“Saat Anda tidak melakukan hubungan seks, jumlah dan volume┬ásperma meningkat seiring waktu, namun kualitasnya menurun,” ujar Malik, mengutip Insider.




Ilustrasi. No Nut November mengajak pria untuk tidak melakukan masturbasi selama sebulan penuh. (iStockphoto/Diy13)

Malik juga membantah klaim yang menyebut bahwa gerakan No Nut November juga dapat meningkatkan kadar testosteron. Jika pun ada, penelitian hanya terbatas pada 10 partisipan pria.

Tak cuma itu, Malik juga membantah klaim yang menyebut bahwa gerakan ini bisa meningkatkan kinerja atletik pria. Ia mengatakan bahwa sembilan penelitian terpisah tak menemukan korelasi antara peningkatan kinerja atletik dengan tidak mengalami orgasme.

“Sejak zaman Romawi dan Yunani, para pendidik telah menggembar-gemborkan manfaat tidak berhubungan seks sebelum tampil secara atletik. Mereka mengira frustrasi seksual akan menyebabkan peningkatan agresi,” jelas Malik.

Alih-alih menunjukkan manfaat, Malik justru mengkhawatirkan adanya risiko disfungsi dasar panggul akibat gerakan ini.

“Otot dasar panggul bisa membawa banyak stres. Jika Anda stres dan mencoba mengendalikan ejakulasi berulang kali, [otot] bisa menjadi tegang,” jelas Malik.

Beberapa gejala disfungsi dasar panggul yang perlu diwaspadai di antaranya nyeri saat ejakulasi, nyeri testis, dan nyeri saat buang air besar.

(asr/asr)

[Gambas:Video CNN]



Sumber: www.cnnindonesia.com

Related posts