Niat, Tata Cara, Surat yang Dibaca, Doa dan Dzikir

Suara.com – Sholat Dhuha adalah sholat sunnah yang dilakukan di waktu dhuha. Berikut penjelasan lengkap sholat dhuha mulai dari dalil, hukum, niat, tata cara, surat yang dibaca, doa hingga dzikir yang bisa diamalkan.

Read More

Kata Dhuha berasal dari Bahasa Arab yaitu penamaan untuk waktu awal siang hari. Seperti yang disebutkan di atas, secara fiqih, sholat dhuha berarti sholat sunah yang didirikan saat matahari terbit seukuran satu tombak atau tujuh hasta (2,5 meter) sampai waktu zawâl yaitu saat matahari tergelincir ke arah barat.

Ada banyak dalil  baik dalam Al-Qur’an maupun hadits yang menyebut keutamaan sholat dhuha, seperti yang dijelaskan oleh  Syekh Zainuddin Al-Malibari dalam Fathul Mu’in:

“Shalat dhuha disunnahkan berdasarkan firman Allah SWT, yakni “Bertasbih bersama dia di waktu petang dan pagi.” Ibnu Abbas menafsirkan shalat isyraq adalah shalat dhuha. Bukhari-Muslim juga meriwayatkan hadits dari Abu Hurairah yang mengatakan bahwa “Rasulullah pernah berwasiat tiga hal kepadaku: puasa tiga hari dalam setiap bulan, shalat dhuha dua raka’at, dan witir sebelum tidur.” 

Seperti penjelasan di atas, sholat dhuha hukumnya sunnah muakkad yang artinya sangat dianjurkan. Sebelum melaksanakan sholat dhuha, harus membaca niat bersama takbiratul ihram yang bunyinya:

Ushallî sunnatad dhahâ rak‘ataini lillâhi ta‘âlâ. 

Artinya, “Saya niat shalat sunnah Dhuha dua rakaat karena Allah ta’ala.”

Tata Cara dan Doa Sholat Dhuha

Mendirikan sholat dhuha sama seperti sholat sunnah pada umumnya, dengan gerakan dan bacaan sholat pada umumnya hingga salam setelah melakukan sholat dua rakaat yang dilanjutkan dengan membaca beberapa doa:

“Allâhumma innad dlahâ’a dlahâ’uka, wal bahâ’a bahâ’uka, wal jamâla jamâluka, wal quwwata quwwatuka, wal qudrata qudratuka, wal ishmata ishmatuka. Allâhuma in kâna rizqî fis samâ’i fa anzilhu, wa inkâna fil ardhi fa akhrijhu, wa inkâna mu’siran (mu‘assaran) fa yassirhu, wa in kâna harâman fa thahhirhu, wa inkâna ba‘îdan fa qarribhu, bi haqqi dlahâ’ika wa bahâ’ika wa jamâlika wa quwwatika wa qudratika, âtinî mâ atayta ‘ibâdakas shâlihîn.”

Artinya, “Wahai Tuhanku, sungguh dhuha ini adalah dhuha-Mu, keagungan ini adalah keagungan-Mu, keindahan ini adalah keindahan-Mu, kekuatan ini adalah kekuatan-Mu, dan penjagaan ini adalah penjagaan-Mu. Wahai Tuhanku, jika rejekiku berada di atas langit, maka turunkanlah; jika berada di dalam bumi, maka keluarkanlah; jika dipersulit, mudahkanlah; jika (tercampur tanpa sengaja dengan yang) haram, sucikanlah; jika jauh, dekatkanlah; dengan hak dhuha, keelokan, keindahan, kekuatan, dan kekuasaan-Mu, datangkanlah kepadaku apa yang Engkau datangkan kepada para hamba-Mu yang saleh.”

“Allâhumma bika ushâwilu, wa bika uhâwilu, wa bika uqâtilu.”Artinya, “Dengan-Mu, aku menerjang. Dengan-Mu, aku berupaya. Dengan-Mu, aku berjuang.” 

Doa ketiga yang dibaca sebanyak 40 atau 100 kali: “Rabbighfir lî, warhamnî, wa tub ‘alayya, innaka antat tawwâbur rahîm.”

Artinya, “Tuhanku, ampunilah aku. Kasihanilah aku. Terimalah tobatku. Sungguh, Engkau Maha Penerima Tobat dan Maha Penyayang.”

Setelah mendirikan shoat dhuha, luangkan waktu untuk duduk sejenak dan berdzikir. Berikut bacaan dzikir yang dibaca Nabi sambil mengusap wajahnya, yang terdapat dalam kitab Al-Adzkar karya An-Nawawi: 

“Bismillahir Rahmanir Rahim, Bismillahilladzi la ilaha illaa Huwar Rahmanir Rahiim, Allahumma Adzhib ‘Annil hamma wal hazan.”

Artinya: Aku mengaku bahwa tak ada Tuhan melainkan Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Ya Allah, jauhkanlah dariku kegundahan dan kesedihan. 

Itulah penjelasan lengkap tentang sholat dhuha: dalil, hukum, niat, tata cara, surat yang dibaca, doa, dzikir yang dirangkum dari laman NU Online. Semoga informasi ini bermanfaat.

Kontributor : Rima Suliastini



Sumber: www.suara.com

Related posts