Menyusuri Rumah Paling Sepi di Dunia, Satu-satunya dalam Satu Pulau

Salah pilih dan memasang pintu rumah di tahun Kelinci Air 2023 bisa bikin rezeki seret. Berikut yang perlu diperhatikan jika ingin memasang pintu di tahun ini.

Jakarta, CNN Indonesia

Read More

Ada banyak destinasi wisata di seluruh dunia yang punya keunikan tersendiri. Ada hotel paling berbahaya di dunia, kota terdingin di dunia, tempat terpanas di dunia, hingga rumah paling sepi di dunia.

Pernahkah kamu membayangkan tinggal di sebuah rumah tanpa ada tetangga satu pun dan tidak ada orang yang tinggal di sekelilingmu kecuali dirimu sendiri?

Rumah paling kesepian itu adalah sebuah (dan satu-satunya) rumah di Pulau Elliidaey, sebuah pulau terpencil dan kecil di lepas pantai selatan Islandia.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pulau ini luasnya 110 hektare dan merupakan rumah bagi populasi besar burung Nordik, atau dikenal sebagai Puffin, serta spesies burung lainnya.

Banyak rumor yang beredar seiring dengan kesan rumah yang menyeramkan. Banyak cerita yang mengatakan bahwa rumah ini dibangun oleh seorang miliarder untuk dalam situasi kiamat zombi.

Namun, hal tersebut tidak benar. Yang benar adalah, rumah ini dibangun Asosiasi Berburu ElliĆ°aey pada tahun 1950-an sebagai pondok berburu yang sesekali mereka datangi untuk berburu puffin, seperti dilansir oleh situs The Travel.

Melansir dari situs NDTV, rumah ini pertama kali dibangun pada tahun 1953 dan pembangunan keduanya adalah pada tahu 1987.

Dari foto yang beredar, rumah ini terlihat berwarna putih dengan kabin kayu indah yang terletak di lereng bukit hijau, dikelilingi oleh laut biru di kedua sisinya.

Meskipun ini adalah rumah kepemilikan pribadi, pengunjung juga diperbolehkan untuk masuk. Walaupun terkesan menyeramkan untuk mencoba menginap di rumah sepi itu, tetapi pengalaman ini dinilai layak untuk dicoba.

Bagaimana caranya menuju ke sini?

Meski foto rumah kesepian yang beredar ini banyak dikatakan sebagai hasil edit, pengalaman mengenai eksistensi rumah itu hanya dapat dirasakan oleh pengunjung.

Untuk bisa sampai ke sini, pengunjung barus menggunakan perahu dari pulau terdekat. Perjalanan ke pulau ini ditandai dengan suhu yang sangat dingin dan ombak yang kadang-kadang terasa menyeramkan.

Sesampainya di tepi pulau, pengunjung tidak bisa begitu saja masuk ke area pulau. Pengunjung harus terlebih dahulu melompat dari perahu atau kapal ke sisi pulau curam dengan memegang tali yang menempel di pulau itu. Lalu, mendaki bagian terjal sisi pulau untuk bisa naik ke permukaan pulau. Jika kamu tidak berhasil, kamu bisa saja jatuh ke dalam air laut yang dingin.

Bagaimana Keadaan Rumahnya?

Sampai di permukaan pulau, pengunjung bisa langsung berjalan kaki sebentar di atas rumput menuju rumah sepi itu. Rumah ini dikelilingi pagar kawat, membuatnya terlihat seperti dihuni, padahal tidak.

Meski dari jauh terlihat dingin dan menyeramkan, isi rumah menunjukkan sebaliknya. Dengan sofa sederhana, perapian, dan ruang makan yang dilengkapi dengan meja besar dan beberapa kursi mewah, rumah ini dinilai sangat nyaman.

Ada 10 tempat tidur, dapur, bahan makanan, hingga kamar mandi yang lengkap di rumah ini. Selain itu, ada pula buku tempat pengunjung mencatat nama dan tanggal kunjungan.

Sayangnya, fasilitas rumah terpencil ini terbatas pada persediaan air dan listriknya. Perlu menampung air hujan untuk berbagai keperluan rumah. Selain itu, banyak sumber menyatakan bahwa rumah ini tidak dilengkapi dengan listrik, tetapi ada kabel dan bola lampu yang menunjukkan adanya listrik.

Namun pada malam hari, keadaan rumah menjadi sunyi dan hanya suara ombak yang terdengar. Belum lagi adanya kabut tebal yang menyelimuti pulau.

Terlepas dari berbagai rumor tentang rumah ini, tempat ini menjadi tempat yang menarik untuk dijelajahi jika kamu pergi ke Islandia.

Jika ingin juga melihat cantiknya burung-burung puffin, kamu bisa datang ke sini pada musim panas dan akan menyaksikan puluhan ribu pasang burung laut yang menakjubkan sedang berkembang biak.

(dhs/pua)

[Gambas:Video CNN]



Sumber: www.cnnindonesia.com

Related posts