Mengubur Ari-ari Bikin Bayi Tak Gampang Sakit, Benarkah?

Bayi prematur berisiko mengalami sejumlah masalah kesehatan. Masalah kesehatan bahkan bisa dialami mereka saat menginjak usia dewasa.

Jakarta, CNN Indonesia

Read More

Sebagian masyarakat Indonesia percaya bahwa mengubur ari-ari setelah kelahiran memberikan dampak positif pada kesehatan bayi. Jika ari-ari tidak dikubur, maka bayi dipercaya akan jatuh sakit.

Benarkah demikian?

Pada dasarnya, secara medis, kepercayaan mengubur ari-ari tak berhubungan dengan kesehatan atau tumbuh kembang bayi.

Hanya saja, memang benar bahwa ari-ari sebaiknya tidak dibuang begitu saja.

“Bagaimana pun juga, ari-ari merupakan bagian dari tubuh bayi. Ini [mengubur ari-ari] jadi langkah antisipasi agar tidak ada orang yang menyalahgunakan ari-ari dan plasenta untuk berbagai tujuan,” tulis Essie Laksana dalam buku Mitos dan Fakta Seputar Kehamilan, Persalinan, dan Menyusui.

Alih-alih dikubur, orang tua bisa menyimpan ari-ari di bank plasenta. Di Indonesia sendiri ada beberapa bank plasenta yang menerima penyimpanan ari-ari.

Perlu diketahui, ari-ari atau plasenta memiliki fungsi khusus lewat sel punca yang ada di dalamnya. Sel punca dapat digunakan sebagai pengobatan alternatif saat anak sakit.

Cairan dalam plasenta mengandung banyak sel punca yang dapat mengobati kanker, penyakit darah seperti anemia, dan beberapa masalah sistem kekebalan tubuh.

Sel punca dari plasenta juga cukup aman untuk pengobatan. Selain jarang menyebabkan penularan penyakit, hanya separuh kemungkinan sel akan ditolak dalam pengobatan.

KLIK DI SINI UNTUK ARTIKEL SELENGKAPNYA.

(asr)



[Gambas:Video CNN]




Sumber: www.cnnindonesia.com

Related posts