Kisah Meutya Hafid 10 Kali Bayi Tabung 3 Kali Keguguran, Ini Pesan Suami untuk Pengantin Baru!

Suara.com – Suami pasien bayi tabung, Noer Fajriensyah menyarankan pasangan pengantin jangan berkata ingin menunda punya anak, karena efeknya bisa lebih sulit punya buah hati.

Read More

Lelaki yang akrab disapa Fajri itu adalah suami dari Meutya Hafid yang sempat menunda memiliki momongan setelah menikah pada Februari 2014 silam. Sehingga menurutnya, ia dan Meutya berjuang selama 5 tahun untuk memiliki buah hati.

“Jadi saya kasih pesan, jangan kasih ucapan punya anak nanti dulu ya. Akhirnya kita bayar waktu yang tidak bisa kita kembalikan. Jadi kita akhirnya malah bablas (tertunda) sampai 5 tahun,” ujar Fajri melalui rilis peluncuran buku Lyora yang diterima suara.com, Sabtu (11/11/2023).

Menurut Fajri perkataan ingin tunda momongan ini jadi salah satu doa belum diberi buah hati oleh sang pencipta. Padahal menurutnya, baik dari keluarga Meutya maupun keluarganya tidak ada satupun yang diberi buah hati dengan waktu yang lama.

Fenomena inilah yang menurut lelaki yang mempersunting Ketua Komisi I DPR-RI itu, tidak bisa dijelaskan secara medis atau dari sudut pandang berpikir logis.

“Jadi jangan ada ucapan tunda punya anak, karena Allah bisa berikan secara gratis,” katanya.

Kini, karena keputusannya di masa lalu dengan kondisi istri sudah berusia 37 tahun barulah Meutya menjalani program bayi tabung dengan 10 kali percobaan. Mirisnya dari puluhan kali percobaan itu dengan biaya tidak sedikit, mantan jurnalis yang pernah jadi korban penyanderaan di Irak itu mengalami tiga kali keguguran.

“Kondisi ini yang akhirnya membuat kita alami trauma besar. Jadi ada psikologis kita terganggu dan mau nggak mau jadi down, tapi bismillah kita bisa (diteruskan programnya),” kata Fajri lagi.

Sementara itu sebagai dokter yang menangani langsung kondisi Meutya, CEO Morula IVF Indonesia Dr. dr. Ivan R Sini menemukan kondisi politisi Golkar itu memiliki tuba falopi tertutup sehingga kehamilannya sulit berkembang maksimal.

“Tapi akhirnya diangkat kedua tuba falopinya, untuk memutuskan itu butuh setengah tahun diskusinya,” kata Meutya.

Dr. Ivan kemudian menjelaskan peluang hamil di usia lebih dari 35 tahun dengan hubungan seks alami tanpa bantuan apapun dan hanya memanfaatkan masa subur yaitu berkisar antara 2 hingga 4 persen per bulan.

“Tapi setelah minum obat hormon maka bakal naik 5 sampai 6 persen, dan begitu seterusnya,” papar Dr. Ivan.

Kabar baiknya, setelah perjuangan panjang itu kini Meutya Hafid dan Fajri dikaruniai seorang anak perempuan yang didapat dari proses bayi tabung, Lyora Shaqueena Ansyah pada 9 September 2022 lalu. Lyora berhasil dilahirkan saat Meutya berusia 44 tahun.

Uniknya, dari perjalanan dan proses panjang dan yang membuat Meutya dan Fajri jatuh bangun ini. Pasangan suami istri ini pilih mengabadikan cerita itu dalam buku berjudul Lyodra: Keajaiban yang Dinanti, yang ditulis oleh Fenty Effendy.

Buku ini diluncurkan dengan tujuan sekaligus memberikan inspirasi pasangan suami istri untuk tidak pernah menyerah memiliki buah hati.



Sumber: www.suara.com

Related posts