Kisah Isra Miraj dan Pertemuan Rasulullah dengan Nabi-nabi Pendahulu

Kisah singkat Isra Mi


Jakarta, CNN Indonesia

Read More

Isra Mi’raj menjadi salah satu peristiwa penting bagi umat Islam. Momen ini memperingati perjalanan singkat Nabi Muhammad SAW ke Sidratul Muntaha di langit ke tujuh.

Isra Mi’raj terjadi pada tanggal 27 Rajab di tahun ke-8 kenabian. Di tahun ini, Isra Mi’raj diperingati pada Kamis (8/2).

Kisah singkat Isra Mi’raj sendiri tercantum dalam ayat suci Al-Qur’an surat Al Isra. Kisah ini kira-kira mencakup diturunkannya wahyu untuk Nabi Muhammad SAW secara langsung dari Allah SWT.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Isra Mi’raj sendiri sebenarnya merupakan dua peristiwa berbeda. Dua peristiwa yang dikenal sebagai Isra dan Mi’raj ini terjadi pada waktu berbeda namun berdekatan.

Isra adalah perjalanan yang dilakukan Rasulullah SAW dari Masjidil Haram menuju Masjidil Aqsa. Kala itu, Rasulullah melakukan perjalanan mengendarai hewan bernama buraq.

Buraq sendiri merupakan hewan penting dalam kisah singkat Isra Mi’ra ini. Buraq adalah hewan istimewa yang bisa bergerak dalam kecepatan sangat tinggi. Tak heran jika Rasulullah mampu melakukan perjalanan ratusan kilometer hanya dalam satu malam.

Secara fisik, buraq yang ditunggangi Nabi Muhammad SAW dalam perjalanan Isra Miraj memiliki tubuh berwarna putih. Ukurannya cukup lebih besar dari keledai.

قال رسول الله أتيت بالبراق وهو دابة أبيض طويل فوق الحمار ودون البغل يضع حافره عند منتهى طرفه

Artinya:

“Rasulullah bersabda, ‘Aku didatangi [Jibril] bersama buraq. Ia adalah hewan tunggangan yang berwarna putih, [ukurannya] lebih besar dari keledai tetapi lebih kecil dari bighal. Ia menaruh kukunya di ujung [tempat] yang ia lihat.” (HR Muslim)

Sementara Mi’raj adalah perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Bumi menuju langit ke-7 yang dilanjutkan ke Sidratul Muntaha bertemu dengan Allah SWT. Di sana, ia menerima perintah mendirikan salat secara langsung.

Awalnya, Rasulullah diperintahkan untuk menjalankan 50 kali salat dalam sehari. Karena khawatir umatnya tak bisa menjalankannya, Rasulullah pun meminta keringanan pada Allah SWT.

Dari sana, muncul-lah perintah salat wajib lima waktu untuk umat Islam.

Bertemu dengan nabi terdahulu




Ilustrasi. Dalam kisah singkat Isra Mi’raj, Nabi Musa sempat menangis saat bertemu Nabi Muhammad SAW di langit ke-6. Diolah dari iStock)

Dalam perjalanannya ke Sidratul Muntaha, Nabi Muhammad SAW bertemu dengan beberapa nabi sebelumnya. Pada langit pertama, ia bertemu dengan nabi pertama, Nabi Adam AS.

Ia kemudian bertemu dengan Nabi Isa AS dan Nabi Yahya AS di langit kedua. Berlanjut pada langit ketiga, ia bertemu dengan Nabi Yusuf AS.

Perjalanan terus berlanjut, Nabi Muhammad SAW kembali bertemu nabi pendahulunya, Nabi Idris, di langit ke 4 dan Nabi Harus di langit ke-5.

Namun, kesedihan tiba-tiba muncul saat Rasulullah memasuki langit ke-6. Di sana, Nabi Musa menangis saat ia hendak melakukan perjalanannya menuju langit ke-7.

Dikisahkan, Nabi Musa menangis karena melihat sosok Nabi Muhammad SAW yang jauh lebih muda namun memiliki umat di Surga yang lebih banyak dibandingkan umatnya.

Demikian kisah singkat Isra Mi’raj yang bisa diteladani umat Muslim.

(asr)

[Gambas:Video CNN]



Sumber: www.cnnindonesia.com

Related posts