Kirim Mayday, Pesawat Qantas Mendarat Aman Usai Terbang Pakai 1 Mesin

Sebuah video viral memperlihatkan petugas yang melempar tas dan koper penumpang dari bagasi Qantas secara sembarang. Akibatnya, pegawai tersebut dipecat.

Jakarta, CNN Indonesia

Read More

Pesawat maskapai Qantas dengan nomor penerbangan QF144 tujuan Sydney, Australia dengan keberangkatan dari Auckland, Selandia Baru, sukses mendarat dengan selamat meski terbang dengan hanya satu mesin pada Rabu (18/1) sore waktu setempat.

Sekitar 145 penumpang yang berada di dalam pesawat itu juga selamat. Sebelumnya, pesawat Qantas terbang dari Auckland dan mengeluarkan peringatan mayday atau tanda bahaya. Pesawat itu melaporkan terdapat masalah pada salah satu mesinnya.

Laporan itu diungkapkan ketika pesawat berada di atas Laut Tasman dan peringatan mayday dikeluarkan saat posisi pesawat masih berjarak satu jam perjalanan dari tujuan yakni Sydney. Perjalanan udara dari Auckland menuju Sydney biasanya memakan waktu sekitar tiga setengah jam.

“Mesin pesawat mati dalam penerbangan jarang terjadi, dan tentu bakal bikin penumpang cemas, tapi pilot kami dilatih untuk menanganinya dengan aman, dan pesawat dirancang untuk terbang dalam waktu lama dengan satu mesin,” bunyi pernyataan resmi dari Qantas, seperti dilansir Reuters.

Usai peringatan mayday diumumkan, pemadam kebakaran, ambulans, dan polisi sudah bersiap di Bandara Sydney untuk tindakan pencegahan. Setelah kejadian rusaknya satu mesin di pesawat masih dicek oleh para teknisi Qantas.

Seorang penumpang dalam wawancara dengan 7NEWS, mengaku mendengar beberapa gangguan ketika berada dalam penerbangan tersebut. Tapi, kala itu para penumpang lain juga tidak tahu apa penyebabnya.

“Saya cuma mendengar suara keras, dan itu mungkin bikin sedikit bergidik, tapi hanya itu. Mereka (Qantas) sangat profesional mengenai hal tersebut dan begitu tenang menangani hal itu,” ucap penumpang itu.

“Saya merasa ada sesuatu, namun tidak mengetahui apa itu,” kata penumpang lain dalam pesawat itu.

Sejak awal, pesawat memang dirancang untuk memiliki mesin ganda. Dalam keadaan darurat, pesawat masih bisa terbang menggunakan satu mesin selama berjam-jam.

Belum lama ini, Qantas yang merupakan maskapai asal Australia ini juga dinobatkan sebagai maskapai penerbangan paling aman di dunia versi AirlineRating.com. 

(wiw)



[Gambas:Video CNN]




Sumber: www.cnnindonesia.com

Related posts