Kim Jones dan Kehidupan Pebalet Rudolf Nureyev untuk Dior Men

Rumah mode Dior mengeluarkan koleksi pria untuk musim dingin 2024. Koleksinya kali ini terinspirasi dari kehidupan pebalet legendaris Rudolf Nureyev.


Jakarta, CNN Indonesia

Read More

Rumah mode Dior mengeluarkan koleksi pria untuk musim dingin 2024.

Berlokasi di Ecole Militaire, Paris, Prancis direktur kreatif Dior untuk men’s wear Kim Jones menghadirkan koleksi yang intim dan sederhana.

Ia terinspirasi dari seorang penari ternama Rudolf Nureyev. Buku Rudolf Nureyev by Colin Jones bahkan hadir di setiap tempat duduk para tamu undangan.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Saya berpikir tentang hubungan antara penari balet Margot Fonteyn dan Monsieur Dior,” ujarnya dalam shownote yang diterima CNNIndonesia.com.

Untuk koleksi musim ini, Kim Jones memadukan kepraktisan lini siap pakai dengan kemewahan haute couture. Koleksinya bertulang ke wilayah yang beberapa kali ia eksplorasi dengan memperkenalkan busana pria menggunakan pendekatan yang berbeda.

Terlihat rumit, tapi juga terkait busana siap pakai.

“Ini [layaknya] perbedaan antara di atas panggung dan di balik layar, kehidupan Nureyev secara teatrikal dan kenyataan”, jelasnya.

Melalui tokoh metaforis sentral penari legendaris Rudolf Nureyev, Kim Jones mengeksplorasi dikotomi dua kehidupan yang dijalani. Keduanya merangkum ketelitian, keunggulan, kemudahan, dan disiplin.

Kim Jones menekankan pada volume, lipatan, dan garis leher yang mencerminkan desain Monsieur Dior. Dior Bar yang ikonik mengalami transformasi maskulin, menyatu sempurna dengan oblique khas Kim Jones, sebuah motif yang hadir sejak koleksi perdananya untuk rumah mode ini.

Balutan double-breasted yang memanjang dipadukan dengan lekuk pinggang yang mengalir, menciptakan perpaduan harmonis antara estetika vintage dan kontemporer.

Koleksi ini memberi penghormatan kepada keanggunan yang sederhana di era 1960-an dan 1970-an. Hal ini dibuktikan dengan kesederhanaan model single-breasted dan celana panjang lebar yang dibuat dari bahan melange wol.




Presentasi koleksi Dior Men’s Wear di Paris, Prancis. (AFP/GEOFFROY VAN DER HASSELT)

Pengaruh Nureyev terlihat jelas dalam balutan jumpsuit wol dengan ritsleting, celana pendek, rajutan berusuk yang ramping, dan pakaian luar dengan bahan wol. Kesemuanya menampilkan perpaduan dinamis antara kepraktisan dan kemewahan dalam dunia fesyen pria.

Di sisi lain, segmen couture mencerminkan kemewahan penampilan panggung Nureyev dan hasrat pribadinya untuk mengoleksi tekstil antik. Misalnya, ini ditampilkan lewat sebuah kimono yang dibuat menggunakan teknik tangan dan dipraktikkan oleh perajin ulung di Jepang.

Kimono uchikake perak, menggunakan teknik tenun hikihaku yang bergengsi, meniru kimono yang dimiliki dan dikenakan oleh Nureyev. Kimono ini dikerjakan oleh sepuluh perajin yang mendedikasikan waktu tiga bulan untuk penyelesaiannya.

Couture juga dibangkitkan melalui sulaman dari arsip, terutama gaun Debussy, yang awalnya dikonsep oleh Monsieur Dior pada tahun 1950 dan dikenakan oleh Margot Fonteyn. Dalam koleksi ini, sulaman ini diinterpretasi ulang dengan versi yang lebih maskulin.




Models present creations for the Dior Homme Menswear Ready-to-wear Fall-Winter 2024/2025 collection as part of the Paris Fashion Week, in Paris on January 19, 2024. (Photo by Geoffroy Van der Hasselt / AFP)Presentasi koleksi musim dingin 2024 Dior Men’s Wear di Paris, Prancis, Jumat (19/1). (AFP/GEOFFROY VAN DER HASSELT)

Aksesori dalam koleksi ini mencerminkan sifat ganda dari dua dunia, sekaligus mewujudkan kesederhanaan dan kemewahan.

Alas kaki mengambil inspirasi dari sandal menari dan tradisi evening wear, menyandingkan konstruksi kulit San Crispino yang ketat dengan sepatu kets Mary-Jane sutra-poliester untuk pria.

Tas utilitarian, termasuk camera bag macrocannage besar, juga dibuat untuk melengkapi beberapa look. Topi beludru mewah karya Stephen Jones, awalnya dirancang pada tahun 1999 untuk koleksi wanita Dior, menemukan bentuk maskulin dalam koleksinya.

Koleksi Dior Men Winter 2024-2025 ini terungkap dalam presentasi yang disutradarai oleh Baillie Walsh, diiringi musik mempesona dari komposer Max Richter. Musik Sergei Prokofiev, khususnya “Dance of the Knights” dari balet Romeo dan Juliet, juga menjadi pusat perhatian.

Pendekatan inovatif Kim Jones terhadap busana pria dalam koleksi ini melambangkan perpaduan harmonis antara kepraktisan dan kemewahan.

Lewat Rudolf Nureyev, Kin Jones menjabarkan pakaian siap pakai dan busana yang mencerminkan dualitas kehidupan.

Visi artistik Kim Jones, ditambah dengan penghormatan terhadap arsip Dior, menciptakan koleksi yang melampaui batas-batas pakaian pria konvensional. Menawarkan eksplorasi puitis tentang titik temu antara mode dan pertunjukan.

(asr/asr)

[Gambas:Video CNN]



Sumber: www.cnnindonesia.com

Related posts