H&M, IKEA, dan Brand Lifestyle Asal Swedia Terancam Diboikot

Sejumlah brand asal Swedia termasuk IKEA diboikot sebagai bentuk protes atas tindakan pembakaran Al Quran di negara tersebut.

Jakarta, CNN Indonesia

Read More

Sejumlah brand asal Swedia termasuk IKEA diboikot sebagai bentuk protes atas tindakan pembakaran Al Quran.

Parlemen Kuwait menyerukan memboikot seluruh brand asal Swedia menyusul insiden pembakaran Al Quran yang dilakukan politikus sayap kanan Swedia, Rasmus Paludan. Sejumlah brand termasuk IKEA diboikot sebagai bentuk protes atas tindakan provokatif tersebut.

Dalam sebuah sesi, 41 anggota parlemen mengecam pembakaran kitab suci umat Islam yang dilakukan oleh Paludan. Mereka menyebut aksi tersebut memprovokasi perasaan umat Islam di seluruh dunia, melansir Middle East Monitor.

Mereka juga mengutuk pemerintah Swedia karena telah memberikan izin untuk melakukan tindakan tersebut. Mereka juga mengimbau semua anggota parlemen di dunia untuk memboikot pemerintah Swedia dan semua pemerintah yang tidak menghormati nilai-nilai suci umat Islam.

Tak hanya dari parlemen, koperasi di Kuwait juga telah mengumumkan boikot produk Swedia pada hari Senin (23/1). Selain IKEA, beberapa perusahaan asal Swedia dan menyebar di dunia antara lain Assa Abloy, Electrolux, Ericsson, Essity, H&M, Skanska, Skype, Spotify, Vattenfall, serta Volvo.

Menteri Luar Negeri Kuwait Sheikh Salem Abdullah Al-Jaber Al-Sabah juga telah mengeluarkan pernyataan untuk mengutuk pembakaran Al Quran, “melukai sentimen Muslim di seluruh dunia dan menandai provokasi serius.”

Tak hanya itu, aksi Paludan menimbulkan gelombang protes besar-besaran di beberapa negara Timur Tengah termasuk Yaman, Irak, Yordania, dan Turki. Ribuan demonstran berkumpul di jalan-jalan Yaman dan Turki dan meneriakkan slogan-slogan menentang Swedia.

Mereka juga menyerukan boikot terhadap semua merek asal Swedia. Video aksi protes pun menjadi viral di internet di mana para pengunjuk rasa terlihat mengangkat slogan-slogan menentang Swedia dan menuntut boikot merek Swedia.

Tak berhenti di situ, Muslim seluruh dunia pun merilis kampanye online yang menyerukan diakhirinya pembelian merek dan produk Swedia.

Tagar “#مقاطعة_المنتجات_السويدية- boikot produk Swedia” menjadi tren di beberapa negara, di mana orang menggunakannya untuk menyoroti merek Swedia yang harus diboikot, termasuk IKEA.

IKEA merupakan perusahaan yang bergerak di bidang furniture atau perabot rumah tangga dengan kantor pusat di Swedia. Perusahaan ini didirikan sejak 1943 dan dikenal dengan rancangannya yang modern, minimalis, dan kekinian.

Setidaknya, menurut data yang diambil pada musim dingin 2004, terdapat 364 toko IKEA yang berdiri di 61 negara di berbagai belahan dunia. Di Indonesia sendiri, IKEA membuka toko pertamanya pada 2014 di Alam Sutera, Tangerang.

(del/chs)



[Gambas:Video CNN]




Sumber: www.cnnindonesia.com

Related posts