Grab Apresiasi 2 Tokoh Lokal Legendaris dari Jakarta

Suara.com – Pahlawan tak selalu mereka yang berjuang di medan perang. Pahlawan bisa ada di mana saja di sekitar kita, tokoh lokal legendaris yang telah memberikan kontribusi positif untuk melestarikan budaya di kota asalnya.

Read More

Masih dalam semangat Hari Pahlawan yang jatuh pada 10 November, Grab baru saja menggelar Festival Legendaris GrabFood di 8 kota, yaitu Palembang, Medan, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Makassar dan wilayah Jabodetabek. Puncak festival berlangsung pada Minggu (20/11/2022) di Stadion Patriot Bekasi.

Selain menghadirkan ragam produk kuliner daerah legendaris, acara ini juga menghadirkan momen apresiasi bagi para pahlawan lokal, seperti pemilik usaha yang melestarikan khasanah kuliner lokal, para mitra pengemudi Grab yang berperan aktif di lingkungan sekitar, serta beberapa tokoh lokal legendaris yang telah memberikan kontribusi positif untuk melestarikan budaya.

Dua tokoh lokal legendaris dari Jakarta, yaitu Yogie Achmad As-Syauqie dan Fifi Firman Muntaco, merupakan salah dua yang diberi apresiasi oleh GrabFood.

Yogie Achmad As-Syauqie adalah salah seorang tokoh lokal legendaris kota Jakarta yang berkontribusi dalam melestarikan budaya khas Betawi. Ia merupakan Ketua Komunitas Ondel-Ondel DKI Jakarta yang menaungi 25 sanggar dengan 300 anggota aktif.

Sebelumnya, ia sempat menjadi content creator di YouTube untuk mengenalkan ondel-ondel melalui kanal Video Unik yang telah diikuti lebih dari 781.000 pengikut.

Penerima apresiasi lainnya, yaitu Fifi Firman Muntaco atau Mpok Fifi, merupakan seorang seniman Betawi yang mengelola sanggar musik Betawi Samrah sejak 1993 sebagai warisan dari sang ayah, mendiang sastrawan Betawi Firman Muntaco.

Semasa hidupnya, Firman telah menghasilkan ribuan karya tulis, di mana 500 di antaranya adalah cerpen berdialek Betawi yang tersimpan di pusat dokumentasi HB Jassin, Taman Ismail Marzuki.

Sebagai penerus sang ayah, Fifi Firman Muntaco dan sanggarnya kerap menjuarai berbagai lomba kesenian Betawi.



Sumber: www.suara.com

Related posts