Gara-gara Identitas Budaya dan Selingkuh, Miss Jepang Mundur

Model kelahiran Ukraina, Karolina Shinoo, memenangkan kontes kecantikan Miss Nippon, Jepang. Kemenangan ini memicu perdebatan sengit di tengah masyarakat.


Read More

Jakarta, CNN Indonesia

Karolina Shiino Miss Jepang mundur dari posisinya. Dia melepaskan mahkotanya hanya dua minggu setelah dinobatkan sebagai Ratu Kecantikan Jepang.

Dia yang memang sebelumnya sempat menuai perdebatan soal identitas budayanya karena lahir di Ukraina itu terseret kasus perselingkuhan.

Shiino adalah wanita pertama keturunan Eropa yang memenangkan kontes kecantikan di Jepang. Namun, setelah dinobatkan kontroversi terus muncul, salah satunya yang disampaikan sebuah surat kabar lokal tentang perselingkuhannya dengan pria yang sudah menikah.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Model berusia 26 tahun ini menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga pria dan semua pihak yang terlibat melalui unggahan di akun Instagram pribadinya. Shiino juga mengumumkan bahwa dia memutuskan kontrak eksklusif dengan agensi yang menaunginya dan mundur dari Miss Jepang. 

“Saya benar-benar minta maaf karena menyebabkan banyak masalah bagi banyak orang dan mengkhianati mereka yang telah mendukung saya,” tulis dia, melansir CNN.

Pihak penyelenggara acara juga langsung mengeluarkan pernyataan. Mereka mengatakan bahwa Shiino telah “meminta untuk mengundurkan diri dari kontes karena alasan pribadi.”

Ketua Asosiasi Miss Jepang, Kaoru Wada mengatakan tidak ada pengganti atas mundurnya Shiino sebagai Miss Jepang 2024. Gelar itu akan tetap kosong di sepanjang tahun 2024.

Kontroversi Shiino yang mencuat ke permukaan tidak hanya soal isu perselingkuhannya. Kewarganegaraannya juga kerap dipertanyakan.

Meskipun dia merupakan warga negara naturalisasi yang fasih berbahasa Jepang dan telah tinggal di negara tersebut sejak berusia 5 tahun, kemenangan Shiino dalam kontes tersebut terbukti kontroversial. Beberapa kritikus mempertanyakan apakah seseorang tanpa etnis Jepang dapat merangkum cita-cita kecantikan negara tersebut.

“Saya ingin diakui sebagai orang Jepang,” kata Shiino di Tokyo setelah kemenangannya bulan lalu.

“Saya terus diberitahu bahwa saya bukan orang Jepang, tapi saya benar-benar orang Jepang, jadi saya masuk Miss Jepang dengan sungguh-sungguh percaya pada diri saya sendiri. Saya sangat senang diakui seperti ini.” kata dia.

Keputusan untuk memilih pemenang yang berasal dari Eropa memicu perdebatan di media sosial, menimbulkan pertanyaan tentang apa artinya menjadi orang Jepang dan dampak dari cita-cita kecantikan Barat di Asia.

“Jika kontes Miss Jepang didasarkan pada konsep kecantikan, saya pribadi berharap kontes tersebut didasarkan pada standar kecantikan Jepang,” tulis sejarawan Hiroe Yamashita di X atau Twitter setelah kemenangan Shiino.

“Tetapi dengan penampilan Karolina Shiino, seorang gadis (secara etnis) Jepang tidak memiliki peluang untuk menang di bawah nilai-nilai kecantikan modern.” kata dia.

Shiino juga sempat mengisahkan kepada CNN kesulitan yang dihadapi saat tumbuh dewasa di Jepang – sebuah negara yang secara etnis homogen dengan tingkat imigrasi yang relatif rendah – Shiino menyerukan definisi yang lebih luas tentang siapa yang harus dianggap sebagai orang Jepang.

“Bagaimanapun, kita hidup di era keberagaman – di mana keberagaman dibutuhkan,” katanya saat itu sebelum mundur sebagai Miss Jepang.

(tst/chs)

[Gambas:Video CNN]



Sumber: www.cnnindonesia.com

Related posts