Eksplorasi Armor Ephemeral Karya Yuima Nakazato Couture.

Yuima Nakazato meluncurkan koleksi couture Musim Semi/Musim Panas 2024 miliknya, yang diberi judul


Paris, CNN Indonesia

Read More

Dalam sebuah fashion show yang menampilkan seni dan inovasi yang memukau, Yuima Nakazato meluncurkan koleksi couture Musim Semi/Musim Panas 2024 miliknya, yang diberi judul ‘Utakata’, yang berarti fana dalam bahasa Jepang.

Sebagai satu-satunya desainer asal Jepang yang menampilkan koleksi couture-nya di Paris, Yuima Nakazato sering menggunakan inspirasi alam dengan interpretasi filosofis yang luar biasa.

Terinspirasi oleh pemandangan indah Kreta, pulau Yunani di Laut Mediterania, visi Yuima Nakazato diambil dari laut biru kehijauan yang transparan dan pepohonan zaitun yang kebanyakan berumur ratusan tahun.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Perjalanan sang desainer dimulai dengan eksplorasi sejarah yang mendalam, saat ia mempelajari tampilan baju besi dari periode Perang Troya yang digali dari reruntuhan kuno. Yuima Nakazato mempertanyakan pentingnya keindahan dalam pakaian yang dimaksudkan untuk perang, dan hal itu mendorongnya untuk mengunjungi Museum Tentara di Paris untuk mengungkap evolusi pakaian pria selama 5.000 tahun.

Mengamati berkurangnya dekorasi di baju militer sebagai respons terhadap pertumbuhan masyarakat dan kemajuan teknologi, Yuima Nakazato menyadari fondasi dari baju kontemporer.

“Menariknya, pakaian ini telah menjadi prototipe untuk sebagian besar pakaian yang kita kenakan saat ini,” ungkapnya kepada CNNINdonesia.com.

Koleksi ini muncul sebagai wujud keinginan Nakazato untuk menghadirkan “semacam baju besi fana”, seperti gelembung halus di permukaan air, yang mampu menghilang dalam sekejap mata.

Ketika dunia kini sedang dibanjiri dengan berita konflik, penjajaran busana yang tenang dengan latar belakang kerusuhan global menambah dimensi yang menggugah pikiran pada kreasinya. Menantang norma-norma gender tradisional dalam haute couture, Yuima Nakazato bahkan menampilkan karyanya dikenakan oleh model laki-laki, sebuah kelangkaan di pekan Paris couture week.

“Ini juga merupakan upaya untuk memadukan elemen-elemen buatan tangan yang halus dan rapuh dengan jalur evolusi yang diikuti oleh pakaian pria yang telah berlanjut sejak zaman kuno”, jelasnya.

Keputusannya untuk menampilkan pria di panggung haute couture mengenakan pakaian ini merupakan pernyataan yang berani, yang merupakan perwujudan peninjauan ulang terhadap konsep toxic masculinity.

Selain itu, presentasi yang nyaris seperti sebuah performance art membuat show ini semakin menarik. Berkolaborasi dengan koreografer Sidi Larbi Cherkaoui dari Antwerpen, Belgia, Yuima Nakazato memadukan fesyen dan tari dengan mulus.




Foto: CNN Indonesia/Fandi Stuerz
Dalam sebuah fashion show yang menampilkan seni dan inovasi yang memukau, Yuima Nakazato meluncurkan koleksi couture Musim Semi/Musim Panas 2024.

Koleksi ‘Utakata’ ini juga akan ditampilkan dengan opera Mozart, ‘Idomeneo,’ yang akan tayang perdana di Grand Théâtre de Genève di Swiss pada tanggal 21 Februari 2024.

Busana Yuima Nakazato menjadi kanvas hidup, dan koleksi ini merupakan bukti pengamatan cermat terhadap alam dan kemanusiaan. Inilah pendekatan fesyen yang seharusnya.

Mengamati, mempelajari, dan menerjemahkan. Perpaduan inspirasi naturalis dengan penjajakan akademis menciptakan mahakarya epistemologis dalam couture-eksplorasi sifat manusia yang diekspresikan melalui keahlian halus dan desain yang memukau.

(chs)

[Gambas:Video CNN]



Sumber: www.cnnindonesia.com

Related posts