Diidap Bocah 2 Tahun Asal Malaysia, Apa Itu Sindrom Manusia Serigala?

Bocah dua tahun asal Malaysia mengalami sindrom manusia serigala yang membuat tubuhnya dipenuhi rambut. Apa itu sindrom manusia serigala?
Jakarta, CNN Indonesia

Ratu Malaysia Tunku Azizah Aminah Maimunah Iskandariah mengutarakan keinginannya untuk mengadopsi seorang balita pengidap sindrom manusia serigala.

Read More

Bocah bernama Missclyen Roland itu menderita hipertrikosis. Nama terakhir merupakan kondisi langka yang memicu pertumbuhan rambut berlebih.

Tunku Azizah menawarkan bantuan untuk membiayai pendidikan dan pengobatan bocah berusia 2 tahun itu.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Saya berharap bantuan ini dapat meringankan beban ayah Missclyen dalam memberikan perawatan dan membesarkannya,” tulis Tunku Azisah dalam suratnya pada orang tua Missclyen, mengutip The Strait Times.

Apa itu sindrom manusia serigala?

Secara medis, sindrom manusia serigala dikenal dengan istilah hipertrikosis. Kondisi langka ini memicu pertumbuhan rambut berlebih di bagian tubuh mana pun.

Namun, hipertrikosis berbeda dengan hirsutisme. Nama terakhir adalah kondisi pada wanita yang memicu pertumbuhan rambut kasar di area yang biasanya terjadi pada pria, seperti dagu.

Ada banyak teori tentang penyebab hipertrikosis. Mengutip Medical News Today, salah satu yang paling umum adalah bahwa kondisi ini diturunkan secara genetik atau disebut hipertrikosis kongenital.

Hal ini diduga disebabkan oleh gen yang merangsang pertumbuhan rambut menjadi lebih aktif secara tidak normal.




Ilustrasi. Balita 2 tahun asal Malaysia mengidap sindrom manusia serigala yang langka. (Pixabay/condesign)

Hipertrikosis yang berkembang di kemudian hari kemungkinan bisa dipicu oleh beberapa penyebab, di antaranya:

– malnutrisi,
– pola makan yang buruk,
– obat tertentu seperti obat penumbuh rambut, imunosupresan tertentu, dan steroid androgenik,
– kanker dan mutasi sel,
– penyakit autoimun yang memengaruhi kulit.

Namun, jika hipertrikosis hanya terjadi pada bagian tubuh tertentu, maka mungkin penyebabnya adalah kondisi kulit kronis tertentu seperti lichen simplex. Kondisi ini biasanya disertai dengan ruam berulang, gatal, dan garukan pada area yang terkena.

Peningkatan suplai darah di area tubuh tertentu juga dapat memicu kondisi tersebut.

Gejala sindrom manusia serigala

Gejala utama sindrom manusia serigala adalah adanya rambut dalam jumlah yang lebih banyak dari biasanya. Rambut juga bisa tumbuh di area yang tidak biasa.

Hipertrikosis sendiri dapat menyebabkan tiga jenis rambut berbeda. Berikut di antaranya.

1. Lanugo

Lanugo adalah rambut panjang, tipis, dan sangat lembut. Rambut ini biasanya tak memiliki pigmen dan mudah rontok.

2. Vellus

Rambut vellus biasanya pendek, lembut, dan berpigmen samar. Rambut ini bisa tumbuh di seluruh tubuh, kecuali di area yang tidak terdapat folikel rambut seperti selaput lendir, telapak kaki, dan telapak tangan.

3. Terminal

Rambut terminal adalah yang paling gelap dari ketiga jenis rambut. Rambut jenis ini biasanya bertekstur kasar, tebal, dan panjang. Rambut ini sering dikaitkan dengan hormon dan biasa ditemukan di wajah, ketiak, dan selangkangan.

Tingkat keparahan gejala hipertrikosis sendiri bisa meningkat atau menurun seiring bertambahnya usia.

Demikian penjelasan mengenai sindrom manusia serigala seperti yang dialami bocah Malaysia.

(asr/asr)

[Gambas:Video CNN]



Sumber: www.cnnindonesia.com

Related posts