Cerita Wisatawan Naik Penerbangan Hantu ke Fiji

Robbie Allen membagikan pengalaman sebagai satu-satunya penumpang dalam Ghost Flight atau penerbangan hantu ke Fiji.

Jakarta, CNN Indonesia

Read More

Seorang wisatawan Robbie Allen, membagikan pengalaman sebagai satu-satunya penumpang dalam Ghost Flight atau penerbangan hantu ke Fiji. Tahun lalu, ia pergi ke Nadi saat ulang tahunnya menggunakan maskapai Virgin Australia

Namun pelancong asal Kiwi yang tinggal di Sydney itu tiba untuk penerbangannya ke Fiji, keadaan bandara nampak sangat sunyi. Dari check-in hingga boarding gate, Allen yang pergi sendirian yakin ada yang kurang. Dengan cepat dia sadar bahwa tidak penumpang lain dalam penerbangannya. 

“Ketika saya naik, mereka berkata ‘kamu satu-satunya orang. Kamu satu-satunya orang di pesawat’” kata Allen, dikutip dari NZ Herald, Minggu (22/1). 

Kapten pesawat datang dan duduk di sebelahnya dan mengobrol dengannya. Pramugari, yang tidak memiliki penumpang lain untuk dilayani, memberikan perhatian penuh kepada Allen selama empat jam perjalanan. Mereka menyediakan sekeranjang makanan ringan dan mengisi ulang untuknya. 

Dia bercanda bahwa maskapai pasti tahu itu hari ulang tahunnya dan memakai pengalaman jet pribadi.

“Awalnya saya pergi dengan beberapa teman tetapi mereka harus membatalkan karena berbagai alasan,” kata Allen. Maka dari itu, ia akhirnya terbang seorang diri. Namun, dia tidak menyangka akan sendirian sepenuhnya.

Istilah ‘Ghost Flight’ digunakan oleh maskapai penerbangan dengan kapasitas penumpang kurang dari 10 persen. Berbeda dengan ‘Ferry Flight’ yang dilakukan untuk memindahkan pesawat kosong ke tempat yang dibutuhkan, ‘Ghost Flights’ harus menyediakan safety briefing catering dan semua fungsi normal dari penerbangan komersial reguler. Bahkan jika hanya ada satu penumpang di dalamnya.

Allen mengatakan Ghost Flight itu benar-benar menyeramkan.

Pertama-tama dia tidak yakin dia berada di pesawat yang tepat. Membandingkannya dengan sesuatu di Twilight Zone, dia mulai mengirim pesan kepada teman-temannya. 

“Saya mengirim pesan kepada mereka dengan mengatakan ‘saya takut, beruntung kalian tidak datang’,” katanya

Allen juga membagikan video pengalamannya tersebut telah ditonton lebih dari 1 juta kali.

“Saya mendapat banyak komentar dari orang-orang yang mengatakan ‘ini terjadi pada saya juga!’ Yang mengejutkan saya, sejujurnya,” katanya. 

Allen pikir mungkin ada hubungannya antara covid yang membuat Virgin melakukan penerbangan dengan hanya satu penumpang di dalamnya.

Sesampainya di ruang bagasi, menemukan kopernya tidak menjadi masalah. Sebagai satu-satunya barang bawaan di seluruh kedatangan, barang itu ditinggalkan di tengah aula. Seolah pengalaman itu tidak cukup menyeramkan.

(fby/dzu)



[Gambas:Video CNN]




Sumber: www.cnnindonesia.com

Related posts