Cerita Perempuan dengan Kaki Terbesar di Dunia Sulit Cari Sepatu

Tanya Herbert, pemegang rekor Guinness World Records untuk perempuan dengan kaki terbesar di dunia. Ia mengaku kesulitan mencari sepatu yang pas.

Jakarta, CNN Indonesia

Warga asal Amerika Serikat bernama Tanya Herbert menjadi pemegang rekor Guinness World Records untuk perempuan dengan kaki terbesar di dunia.

Dibalik hal unik yang ia miliki ini, Herbert mengaku selalu kesulitan terutama saat mencari ukuran sepatu wanita yang pas di kakinya.

Kaki kanan perempuan asal Amerika Serikat itu memiliki panjang 33,1 cm dan 32,5 cm untuk kaki kiri. Berdasarkan standar pengukuran Amerika Serikat, ukuran sepatu wanita yang pas untuk kaki Herbert yakni 18 dan 16-17 untuk ukuran sepatu pria.

Namun, bukan hanya kakinya yang panjang, Herbert juga memiliki tinggi 6 kaki 9 inci (205,7 cm) atau tiga inci lebih pendek dari wanita tertinggi yang masih hidup, Rumeysa Gelgi dari Turki dengan tinggi badan mencapai 7 kaki 0,7 inci.

Berbelanja sepatu selalu menjadi perjuangan bagi Herbert. Ia selama ini sangat mengandalkan outlet online sebagai tempatnya berbelanja sepatu yang pas untuk kakinya.

“Pergi ke toko tidak mungkin. Tidak ada toko yang pernah saya kunjungi yang menjual ukuran pria 16 apalagi ukuran wanita 18,” ujar Herbert seperti dilansir dari Guinness World Records, Senin (23/1).

Meski memiliki ukuran kaki lebih besar dan tubuh lebih tinggi dari teman-temannya, Herbert selalu merasa percaya diri. Herbert tak menganggap tinggi tubuhnya sebagai sesuatu hal yang buruk.

Herbert ingat bahwa satu-satunya orang yang tidak menyukai pertumbuhannya adalah pelatih olahraga. Sebab, dia sama sekali tidak tertarik pada olahraga apa pun dan memilih untuk fokus pada bidang akademik.

Untuk sebagian besar hidupnya, Herbert hanya memiliki pilihan untuk memakai sepatu pria sebagai satu-satunya sepatu yang bisa dia temukan dalam ukuran tubuhnya.

“Saya akan selalu memakai sepatu tenis atau sepatu pria dan itu tidak selalu menjadi hal yang lucu ketika mencoba berpakaian lucu untuk sekolah,” kata Herbert.

Perlahan-lahan keadaan mulai berubah seiring dengan perkembangan media sosial. Herbert dapat terhubung dengan wanita lain yang menghadapi masalah yang sama dan menemukan cara untuk membuat sepatunya sendiri yang feminin.

“Saya akan membeli beberapa sepatu terbesar yang bisa saya temukan secara online dan memanipulasinya untuk memperpanjangnya sedikit lebih lama dan membuatnya sedikit lebih lebar sehingga pas dengan kaki saya,” ucapnya.

Meskipun menemukan komunitas online yang mendukung, Herbert juga menerima banyak pesan yang menyakitkan terkait ukuran kakinya. Sebanyak lima persen laki-laki yang mengikutinya di media sosial berkomentar aneh dan mengirimkan pesan bernada negatif. Mereka menanyakan apakah Herbert menjual gambar kakinya kepada para laki-laki tersebut.

Kendati demikian, Herbert tak merespon hal itu, dan memilih menggunakan platformnya untuk menyebarkan hal-hal positif. Herbert juga menggunakan media sosial untuk memetakan perjalanan penurunan berat badannya yang luar biasa, yang dia gambarkan sebagai ’emosi roller coaster’. Aktivitas itu mulai dilakukan Herbert pada awal 2021 ketika sang ibu meninggal karena kanker.

Herbert yang kelebihan berat badan saat itu memutuskan untuk menurunkan berat badannya dan hidup sehat untuk menghindari terkena penyakit yang berhubungan dengan berat badan.

“Saya tahu bahwa jika saya terus menempuh jalan ini, saya akan mati pada usia dini,” ucap Herbert.

Kemudian, pada November 2021, Herbert menjalani operasi bypass lambung dan mengatakan itu adalah keputusan terbaik yang pernah dibuatnya.

“Ketika saya pertama kali pergi ke dokter, berat saya mencapai 552 pound, itu yang terbesar yang pernah saya alami. Saya mengenakan celana ukuran 34 [AS] dan ukuran 5X di T-shirt. Sekarang, satu tahun kemudian, berat saya turun 165 pound dan masih tersisa 85 pound. Saya menyukai perjalanan penurunan berat badan ini,” ujar Herbert.

Usai menaklukkan satu tantangan, Herbert kini mengalihkan perhatiannya ke tantangan lain – tantangan yang dihadapi orang-orang, terutama wanita, dengan kaki besar saat harus mencari sepatu.

“Wanita berjuang dengan ukuran 12 atau 13, mencoba menemukan sepatu, dan saya berukuran 18. Anda dapat menemukan sepatu ukuran pria [seukuran itu] dengan mudah, tetapi mencoba menemukan sepatu wanita tidak mungkin atau sangat tidak terjangkau,” kata Herbert.

Herbert berharap kisahnya dapat mendorong perusahaan pembuat sepatu menjadi lebih inklusif dengan menghadirkan berbagai ukuran yang lebih besar, dan memberikan pilihan yang lebih dapat disesuaikan dan terjangkau bagi wanita.

“Menjadi pemegang rekor dunia dapat membuka pintu yang mungkin tidak dapat saya masuki sebelumnya. Saya ingin menjadi pemicu bagi industri pembuatan sepatu,” pungkas Herbert.

(lna/rds)



[Gambas:Video CNN]




Sumber: www.cnnindonesia.com

Related posts