Bobby Sebut Salah Satu Penyebab Harimau Mati di Medan Zoo Faktor Umur

WaliKota Medan Bobby Nasution mengaku bukan membela diri karena menilai kematian 3 harimau di Medan Zoo salah satunya disebabkan faktor umur.


Read More

Medan, CNN Indonesia

Wali Kota Medan, Bobby Nasution menyebut kematian-kematian harimau bukan kesalahan sepenuhnya dari manajemen Medan Zoo. Menantu Presiden Joko Widodo ini yakin faktor umur harimau juga mempengaruhi kematian tersebut.

Dalam dua bulan, terdapat tiga ekor harimau yang mati di Medan Zoo, dua berjenis Harimau Sumatera dan satu ekor merupakan Harimau Benggala. Selain itu, ada juga empat ekor harimau lainnya yang dalam kondisi kritis di Medan Zoo.

Mengenai kondisi itu, Bobby menyatakan satwa-satwa tersebut telah dirawat dengan pemberian pakan dan vitamin. Bobby juga mengaku bukan membela diri karena menilai kematian 3 harimau di Medan Zoo disebabkan faktor umur.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Hewannya pasti kita rawat. Saya bukan membela diri. Dipelajari sama-sama harimau itu umur lifetime-nya berapa tahun. Yang ada di Medan Zoo berapa tahun. Memang pasti ada kurang-kurang dalam perawatan kami, pasti. Saya bukan membela diri. Pasti nanti pencinta satwa akan bicara juga dengar respons saya begini,” ujar Bobby, Rabu (17/1).

Bobby pun mengajak untuk mengkaji kembali batas usia harimau. Dia mengajak semua pihak membuka data, dan berpendapat penyebab harimau-harimau yang mati bukan dari satu faktor saja.

“Tapi sama-sama kita buka data berapa lifetime harimau dan berapa umur harimau yang ada di Medan Zoo hari ini. Dibilang karena umur pasti ada bagiannya. Dibilang karena perawatan pasti ada bagiannya, dibilang karena manajemen pasti ada bagiannya. Jadi saya enggak bilang 100 persen karena umur, 100 persen karena manajemen, 100 persen karena pola pemberian pakannya. Nah ini semua punya andil di sini,” katanya.

Tiga ekor harimau yang mati di Medan Zoo usianya sendiri sebagai berikut Harimau Sumatera jantanĀ Erha (11 tahun), Harimau Benggala jantan bernama Avatar (19 tahun), dan Harimau Sumatera Nurhaliza (9 tahun).

Bobby juga menolak memindahkan satwa-satwa Medan Zoo ke lokasi yang lebih baik. Hal itu karena Pemkot Medan telah mendatangkan langsung tim dokter untuk merawat sisa satwa di Medan Zoo.

“Kalau dititipkan kan harus dipindahkan. Kita lihat kondisinya juga apakah dipindahkan nanti perjalanannya, ini hewannya seperti apa. Jangan nanti setelah dipindahkan dalam perjalanan malah mati. Nah lebih bagus yang mau merawat kita datangkan. Bukan yang sakitnya kita pindahkan. Karena kondisinya kebun binatang yang paling dekat di sini juga jaraknya agak jauh,” paparnya.

Dia mengungkapkan, pertemuan tertutup bakal segera dilaksanakan untuk membahas masalah Medan Zoo. “Saya sudah sampaikan, tentang hewan-hewannya kita prioritaskan. Hari ini juga ada pertemuan, tapi pertemuannya rahasia sama siapa,” ucap Bobby.

Sederet persoalan menghinggapi Medan Zoo, bukan hanya karena kematian 3 harimau dan banyak satwa yang sakit, tapi juga utang untuk membeli pakan satwa serta pegawai yang belum digaji selama empat bulan.

Banyak juga kandang satwa yang sempit, rusak, dan kotor sehingga dianggap tidak sesuai atau bahkan jauh dari standar sebagai tempat konservasi hewan.

(fnr/wiw)

[Gambas:Video CNN]



Sumber: www.cnnindonesia.com

Related posts