Biyan dan Jiwa-jiwa Bebas dalam Sepotong Busana

Desainer Biyan Wanaatmadja merilis koleksi teranyarnya
Jakarta, CNN Indonesia

Busana berkonsep lawas memang selalu dilirik. Gaya busana dengan corak warna kuat tapi lembut ini belakangan mulai digandrungi para penikmat fesyen.

Read More

Desainer Biyan Wanaatmadja merilis koleksi teranyarnya Spring/Summer 2023 dari lini siap pakai Studio 133 Biyan. Koleksi ini dipresentasikan di Hotel Intercontinental Pondok Indah, Jakarta, Senin (22/11).

Koleksi yang dihadirkan Biyan ini bertumpu pada semangat era 1960 dan 1970-an. Busana yang dipamerkan menyerukan kebebasan berekspresi dan kemerdekaan tanpa batas.

Nostalgia retrograde, it’s about free spirit. Koleksi ini mewakili generasi sekarang yang mempunyai banyak kehidupan sosial dan kebebasan ekspresi,” kata Biyan, saat konferensi pers di lokasi show-nya.

Tema ini, kata Biyan, berangkat dari perjalanan hidup selama tiga tahun pandemi Covid-19. Ada banyak hal yang direfleksikan selama Covid-19 mengamuk di hampir seluruh belahan dunia.

Saat pandemi, orang-orang menjalani hidup sebagaimana biasanya. Tapi di waktu yang sama, orang-orang juga mengalami kerinduan yang teramat sangat. Semua serba lambat, tapi waktu tetap harus berjalan.

Biyan ingin menggambarkan apa yang dirasakannya selama hari-hari pandemi Covid-19. Konsep perpaduan dalam koleksi teranyar ini pun berangkat dari buah pikirnya tersebut.

Konsep yang diambil untuk koleksi ini seolah menggambarkan perpaduan antara masa lalu dan masa kini. Keduanya bercampur dalam satu lini, berdasar pada kerinduan dan kesadaran perjalanan manusia.

Biyan mencoba mengeksplorasi pemikirannya melalui corak dan material yang dilebur dalam satu potongan busana. Warna-warnanya tampak tak terarah, tapi kuat bersanding dengan ornamen-ornamen floral yang beragam.


Koleksi teranyar Biyan¬†bertajuk “Nostalgia Retrogade”. (Arsip Studio 133 Biyan)

Tak cuma bermain corak, Biyan juga memadukan material satin dengan denim. Sebuah perpaduan tak terduga untuk mode pakaian masa kini. Namun, hasilnya cukup menarik dan justru tampak elegan tapi playful di waktu bersamaan.

Dalam koleksi kali ini bisa juga ditemukan corak bunga daisy, garis optikal yang groovy, bahkan corak dengan motif floral yang ngepop. Semuanya dicetak dalam bahan satin silk yang ringan.

Warna-warna yang ditawarkan juga terkesan berani, menggambarkan jiwa-jiwa yang bebas. Mulai dari merah muda, kuning, jingga, hitam bahkan hijau army turut memeriahkan koleksi kali ini.

Potongannya pun tak seragam. Ada beragam potongan yang ditawarkan, mulai dari halter, bralette, tunik, pajama styled, wide pants, boxy top, hingga oversized t-shirt.

Karyanya seolah tidak beraturan, tapi tanpa sadar ada harmoni yang memang ditampilkan. Semua sesuai dengan konsep nostalgia retrograde yang penuh kebebasan yang ingin diangkat Biyan dalam koleksi kali ini.

(tst/asr)



[Gambas:Video CNN]




Sumber: www.cnnindonesia.com

Related posts