Bisakah Parkinson Menyerang Anak-anak? Ini Kata Dokter

Kasus langka ini membuat Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur, membentuk tim untuk melakukan penelitian terkait satu keluarga yang mengidap Parkinson.
Jakarta, CNN Indonesia

Satu keluarga di Cianjur dikabarkan menderita parkinson sejak masih kecil. Lantas, apakah parkinson bisa menyerang anak-anak? Berikut penjelasan dokter.

Read More

Parkinson kerap dianggap sebagai penyakit yang diderita orang tua atau disebut sebagai golongan penyakit degeneratif. Namun, baru-baru ini satu keluarga di Desa Bojongkasih, Kecamatan Kadupandak, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat mengidap parkinson sejak masih kecil.

Total ada enam orang yang mengalami parkinson di keluarga ini. Mulai dari kakak hingga adik-adiknya yang telah dinyatakan parkinson sejak mereka masih kecil.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jika memang begitu, apakah benar parkinson bisa dialami anak kecil dan bukan hanya penyakit lansia?

Dokter spesialis saraf yang juga menjabat sebagai Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Jakarta Pusat, Haznim Fadhli menyebut, penyakit parkinson bukan hanya penyakit degeneratif. Anak-anak juga bisa terkena penyakit ini dan bisa terbawa hingga dewasa.

“Bisa. Anak-anak memang bisa terkena parkinson meskipun kasusnya jarang sekali,” kata Haznim saat dihubungi CNNIndonesia.com, Senin (25/9).

Karena tergolong jarang, anak-anak yang terkena parkinson ini pun kerap terlambat ditangani. Misalnya, ketika mereka mulai menunjukkan gejala parkinson seperti gerakan lambat hingga anggota tubuhnya sering gemetar malah dianggap hal yang normal dan biasa saja.

“Padahal dia terkena parkinson, tapi dianggap sebagai hal biasa karena anggapan selama ini parkinson penyakit orang tua. Anak-anak enggak mungkin terkena ini, padahal bisa loh, bisa,” kata Haznim.¬†

Selain itu, menurut Haznim penyakit ini tergolong dalam penyakit progresif. Artinya penyakit ini awalnya terlihat terlihat biasa saja tapi seiring waktu gejalanya akan memburuk hingga menyebabkan kelumpuhan.

Penyebab parkinson




Ilustrasi. Terlalu banyak terpapar zat kimia seperti pestisida bisa menyebabkan penyakit parkinson. (maya2015ap/Pixabay)

Kebanyakan parkinson dianggap sebagai penyakit keturunan. Jika orang tua terkena parkinson, maka anaknya berpeluang besar mengalami penyakit ini.

Tapi, sebenarnya ada beberapa faktor lain yang bisa menyebabkan seseorang terkena parkinson. Berikut beberapa penyebabnya:

1. Lingkungan

Faktor lingkungan ternyata sangat berpengaruh terhadap risiko seseorang terkena parkinson. Misalnya saat orang terlalu banyak bersentuhan dengan zat kimia seperti pestisida, kemungkinan terkena parkinson cukup besar.

“Kerja di pertanian dan pabrik, yang sering terpapar zat kimia sangat besar risiko terkena parkinson,” kata dia.

2. Kerusakan saraf

Terdapat kerusakan di bagian sel saraf juga bisa menyebabkan parkinson. Terutama jika sel saraf yang rusak ini adalah sel yang biasanya memproduksi dopamin di otak.

“Misal saat terserang stroke, radang otak hingga saat mengalami tumor,” katanya.

Pencegahan parkinson




Ilustrasi perempuan joggingIlustrasi. Salah satu cara mencegah parkinson adalah olahraga teratur. (iStock/gradyreese)

Menurut Haznim, bagi Anda yang berisiko terkena parkinson ada baiknya segera melakukan beberapa pencegahan. Misalnya berikut ini:

  • Olahraga teratur
  • Penuhi asupan gizi seimbang
  • Hindari paparan bahan kimia dan polusi udara
  • Berhenti merokok

“Jika ada keluhan dan muncul gejala parkinson, jangan ditunda. Segera lakukan pemeriksaan,” kata dia.

(tst/pua)


[Gambas:Video CNN]



Sumber: www.cnnindonesia.com

Related posts