Belajar dari Kasus Kalideres, Masyarakat Perlu Belajar Lebih Peka

Pentingnya kepekaan sosial di tengah kehidupan bermasyarakat jadi pembelajaran utama yang bisa didapat dari kasus kematian satu keluarga di Kalideres, Jakarta.

Jakarta, CNN Indonesia

Read More

Kasus kematian satu keluarga di Kalideres masih meninggalkan tanda tanya. Namun, ada pelajaran yang bisa diambil dari kasus ini, yakni perihal kepekaan sosial.

Psikolog Nisfie M. Hoesein mengatakan bahwa masyarakat sebenarnya bisa mengambil pelajaran dari kasus di Kalideres.

“Ini mungkin pembelajaran buat kita. Kita sekarang ini sangat perlu untuk meningkatkan kepekaan sosial, dimulai dari tempat tinggal kita aja dulu,” kata Nisfie saat berbincang dengan CNNIndonesia.com, Kamis (24/11).

Menurut dia, salah satu penyebab kepekaan sosial yang kian luntur di masyarakat adalah penggunaan gawai. Gawai dan segala isi di dalamnya, termasuk media sosial, membuat orang sibuk dengan pikirannya sendiri.

Kondisi ini, menurut Nisfie, membuat orang jadi kesulitan ‘membaca’ bahasa non-verbal yang ada di sekitarnya.

Dulu, orang begitu mudah mengenal gelagat tak biasa dari orang di sekitarnya dan segera mengambil tindakan jika dirasa ada sesuatu yang tidak beres.

Nifie mencontohkan, misalnya saat ada seseorang yang terlihat lemas, orang lain akan secara refleks menawarkannya untuk duduk sejenak beristirahat.

“Kepekaan kita melihat kondisi orang, [lebih] besar kalau dulu. Sekarang orang cenderung ignorance,” imbuhnya.

Kepekaan sosial ini bisa dibangun lewat kebiasaan silaturahmi. Interaksi yang intensif memungkinkan orang untuk saling kenal lalu saling dukung tanpa diminta.

Nisfie mengatakan bahwa kebiasaan sederhana untuk menanyakan kabar dan memberikan dukungan mampu mengurangi niat seseorang untuk melakukan tindakan-tindakan yang di luar nalar, seperti mengakhiri hidup. Dengan adanya kepedulian dari sekitar, seseorang akan merasa dicintai.

“Lingkungan ada kepekaan yang baik, masih ada sesuatu hal baik dalam kehidupan yang dia lihat,” katanya.

(els/asr)



[Gambas:Video CNN]




Sumber: www.cnnindonesia.com

Related posts