Arab Saudi Bangun Pangeos, Kapal Pesiar Raksasa seperti Kota Terapung

Pangeos, yang dinamai dari superbenua bumi Pangea, merupakan kapal pesiar mewah terbaru Arab Saudi yang ukurannya sangat besar sehingga seperti kota terapung.

Jakarta, CNN Indonesia

Read More

Arab Saudi segera membangun Pangeos, sebuah kapal pesiar mewah super besar model terbaru. Kapal pesiar ini dinamai superbenua bumi Pangea, yang siap mengarungi lautan di masa depan. 

Desainer kapal pesiar Pangeos, Lazzarrini, menyebut, mega proyek ini akan memakan biaya fantastis yakni senilai US$8 miliar atau sekitar Rp125,7 triliun.

Tak heran jika harganya yang fantastis, melihat proyek ini akan menjadi struktur terapung terbesar yang pernah dibangun. Kapal ini akan membentang sepanjang 550 meter dengan lebar 610 meter.

Lazzarini juga menyebut kapal pesiar ini dengan sebutan “kota terapung”, yang mewakilkan gambaran kapal pesiar yang memiliki ruang untuk perhotelan, pusat perbelanjaan, taman dan bahkan pelabuhan untuk kapal dan pesawat kecil untuk membawa tamu dengan gaya.

Bentuk kapal pesiar mewah ini pun tidak seperti kapal-kapal biasanya. Jika dilihat dari atas, Pangeos akan terlihat seperti seekor kura-kura raksasa.

Para desainer telah menempatkan Arab Saudi sebagai lokasi di mana kapal tersebut akan berada. Sekitar satu kilometer persegi laut perlu dikeruk dan bendungan melingkar dibangun sebelum pembangunan dapat dimulai.

Para desainer telah mengalokasikan ruang di Pelabuhan King Abdullah, 81 mil sebelah utara Jeddah sebagai lokasi yang ideal. Pangeos juga akan identik dengan kemewahan fasilitasnya. 

Dibagi menjadi blok-blok seperti kota yang sebenarnya, Pangeos memiliki pelabuhan dan alun-alun utama, di mana bangunan lainnya berbentuk spiral. Area “cangkang atas” yang dikelilingi oleh ruang taman akan berfungsi sebagai tempat pendaratan pesawat.

Di bawah area kehidupan akan ada 30.000 “sel” yang akan menjaga struktur tetap bertahan. Ruang bawah tanah akan terbuat dari baja dan memiliki draft 30 meter, atau 98 kaki, membuat kapal dapat berlayar dengan kecepatan lima knot.

Atapnya akan memiliki panel surya untuk menyalakan kapal pesiar. Alih-alih beroperasi di pelabuhan tertentu atau memiliki rencana perjalanan yang ditetapkan, kapal berbentuk kura-kura raksasa tersebut hanya akan berlayar berkeliling.

Sebab, sesungguhnya perjalanan di atas kapal tersebut dijadikan sebuah tujuan dari Pangeos. Lazzarini sendiri berharap konstruksi bisa dimulai pada 2033, dengan waktu pembangunan delapan tahun.

(del/wiw)



[Gambas:Video CNN]




Sumber: www.cnnindonesia.com

Related posts