Apa yang Harus Dilakukan saat Asam Lambung Naik?

Apa yang harus dilakukan pada saat asam lambung naik? Berikut cara mengatasinya ketika Anda mulai merasakan gejala asam lambung naik.
Jakarta, CNN Indonesia

Asam lambung atau refluks asam merupakan kondisi saat zat asam dari dalam lambung naik ke kerongkongan. Ketika asam lambung naik, penderitanya akan merasakan sensasi panas di dada, mual, sering sendawa, rasa pahit di lidah, hingga sakit di kerongkongan.

Read More

Ketika merasakan gejala tersebut, lantas apa yang harus dilakukan pada saat asam lambung naik? Berikut penyebab dan cara mengatasinya.

Penyebab Asam Lambung Naik

Mengutip laman kesehatan WebMD, asam lambung naik disebabkan karena lapisan dalam pada saluran makanan mengalami iritasi.

Hal ini dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, di antaranya:

  • Makan dalam porsi besar atau langsung berbaring setelah makan.
  • Kelebihan berat badan atau obesitas.
  • Terlalu banyak ngemil menjelang tidur.
  • Mengonsumsi makanan tertentu, seperti jeruk, tomat, cokelat, mint, bawang putih, bawang merah, atau makanan pedas dan berlemak.
  • Minum minuman tertentu, seperti alkohol, minuman berkarbonasi, kopi, atau teh.
  • Merokok lebih dari satu kali dalam sehari.
  • Sedang dalam kondisi hamil, sehingga lambung tertekan dan membuat isi lambung terdorong ke atas.
  • Mengonsumsi aspirin, ibuprofen, pelemas otot tertentu, atau obat tekanan darah.

Yang Harus Dilakukan saat Asam Lambung Naik


Ilustrasi. Apa yang harus dilakukan pada saat asam lambung naik? Berikut cara mengatasinya. (Foto: iStockphoto/PixelsEffect)

Ketika asam lambung naik dan gejalanya dirasa tidak terlalu parah, bisa diatasi dengan pertolongan pertama seperti berikut, dilansir dari Healthline.

1. Duduk tegap dan rileks

Cara mengatasi asam lambung naik yang pertama yaitu cobalah untuk tetap tenang, rileks, sambil duduk tegap di tempat nyaman.

Kondisi duduk tegap ini bermanfaat mengurangi tekanan pada sfingter esofagus sehingga membuat asam lambung tidak akan naik.

Anda juga bisa meletakkan bantal untuk menyokong punggung serta leher supaya tidak tegang.

2. Memakai pakaian longgar

Pada beberapa kasus, asam lambung naik bisa karena memakai pakaian terlalu ketat. Mengenakan baju atau celana yang ketat lama-lama dapat menekan perut.

Saat perut Anda tertekan, isi dalam perut memungkinkan naik ke esofagus sebagai tempat asam lambung membakar jaringan.

Disarankan segera mengganti pakaian atau celana longgar, terutama di area perut supaya tidak mengalami tekanan.

3. Mengunyah permen karet

Jika sudah duduk dan mengenakan pakaian longgar tapi belum bisa teratasi, lantas apa yang harus dilakukan pada saat asam lambung naik? Anda bisa mencoba cara lain yaitu mengunyah permen karet.

Menurut hasil studi yang dipublikasikan Journal of Dental Research, mengunyah permen karet dapat mengatasi heartburn akibat asam lambung naik.

Akan tetapi, hindari permen karet dengan rasa asam atau mint yang justru bisa memperparah sakit.

4. Tidur miring ke kiri

Tidur menghadap kiri dapat membantu mengurangi asam lambung naik. Posisi ini membuat sfingter esofagus bagian bawah berada di atas tingkat asam lambung.

Hal tersebut membuat refluks jadi lebih sulit naik ke kerongkongan. Sekalipun terjadi refluks, gravitasi akan melawan cairan asam yang naik dan kembali ke perut.

Sementara jika tidur atau berbaring miring ke kanan, asam lambung menutupi sfingter esofagus bagian bawah yang justru meningkatkan risiko refluks.

Setidaknya Anda dapat tidur ke sisi kiri terlebih dahulu untuk mengurangi gejala refluks. Kemudian bisa berganti arah sebaliknya supaya terhindar dari pegal punggung.

5. Minum air hangat

Minum air hangat memiliki manfaat untuk meredakan rasa tidak nyaman di kerongkongan akibat asam lambung. Pastikan Anda minumnya secara perlahan.

Selain itu, bisa juga minum air rebusan jahe atau teh yang mengandung ekstrak jahe. Meski begitu, minum dalam jumlah cukup dan jangan terlalu banyak.

Menurut Gastroenterology Research and Practise, jahe bermanfaat meredakan berbagai masalah pencernaan, termasuk mual, diare, hingga kehilangan nafsu makan.

6. Minum obat maag

Apabila gejala asam lambung tidak ampuh diatasi dengan cara sebelumnya, bisa mengonsumsi obat maag.

Khususnya obat-obatan dengan antagonis reseptor histamin-2 (cimetidine, famotidine, nizatidine), atau obat penghambat proton untuk menghambat sekresi asam lambung.

Hanya saja, pertolongan pertama pada asam lambung naik ini bisa tidak efektif pada kondisi tertentu yang tergolong parah.

Terutama jika gejalanya cukup berat, seperti disertai sesak napas, berkeringat dingin, nyeri dada, sampai pingsan. Kondisi ini harus segera mendapat pertolongan medis sesegera mungkin.

Itulah penjelasan mengenai apa yang harus dilakukan pada saat asam lambung naik, sebagai pertolongan pertama.

(avd/fef)



[Gambas:Video CNN]




Sumber: www.cnnindonesia.com

Related posts