Alasan Kenapa Pesawat Tetap Terbang meski Kursi Penumpang Kosong

Pada pesawat yang lebih baru, seperti Boeing 787 atau Airbus A350, letak ruang rahasia ini di atas kabin utama, di bagian atas badan pesawat.


Read More

Jakarta, CNN Indonesia

Belum lama ini, dua orangĀ penumpang pesawat di maskapai Emirates merasakan pengalaman terbang dengan kursi penumpang lain yang kosong. Dua penumpang ini benar-benar menikmati pengalaman itu, dengan bermain di kabin yang kosong sambil melakukan kegiatan seru bersama awak kabin.

Namun, timbul pertanyaan. Kenapa pesawat tetap terbang meski kursi penumpangnya kosong? Apakah penerbangan itu tidak membuat maskapai bersangkutan rugi karena tidak cukup membawa penumpang?

Dalam transportasi massal seperti pesawat terbang, jumlah penumpang amat memengaruhi keuntungan atau pendapatan dari perusahaan. Lalu, apa pertimbangan maskapai tetap menerbangkan pesawatnya sesuai rute dan jadwal dengan kursi penumpang kosong?


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Seperti dikutip Stuff, Kamis (18/1), NZ Airports mengungkapkan bahwa penerbangan domestik dengan hanya satu atau dua penumpang sangat terjadi terjadi. Di sisi lain, penerbangan yang tiba tepat waktu atau sesuai jadwal sangat penting bagi maskapai dan bandara. Sebab, bandara yang mengelola ketersediaan gerbang dan layanan ke pesawat.

“Salah satu alasan maskapai penerbangan terbang dengan jumlah penumpang yang sangat sedikit adalah untuk mempertahankan ‘slot’ yang sangat berharga, atau waktu kedatangan dan gerbang di bandara yang sibuk atau ramai,” jelas juru bicara NZ Airports, Steve Riden.

“Hak atas slot yang amat diinginkan ini bakal diperpanjang dari tahun ke tahun selanjutnya, tapi hanya bila maskapai memakai slot tersebut dengan baik, setidaknya 80 persen dari waktu yang dijadwalkan,” imbuhnya.

Riden menyebut, selama pandemi Covid-19, sederet maskapai di dunia berupaya menjaga slot mereka tetap ada dengan menjalankan banyak penerbangan “hantu” atau dengan kursi penumpang kosong.

“Selama pandemi Covid, menjalankan penerbangan ‘hantu’ untuk menjaga slot mereka, dan setelah situasi normal, jumlah penumpang mereka kembali meningkat,” paparnya.

Selain itu, dia menerangkan bahwa Air Traffic Control juga ingin memiliki jadwal keberangkatan dan kedatangan pesawat yang terencana dan teratur.

(wiw)

[Gambas:Video CNN]



Sumber: www.cnnindonesia.com

Related posts