8 Mitos Mengenai Rambut yang Sering Bikin Salah Kaprah

Tanpa disengaja, kita sering memercayai mitos mengenai rambut yang sebenarnya tidak benar. Berikut mitos seputar rambut yang kerap kita dengar.

Jakarta, CNN Indonesia

Rambut yang sehat dan indah menjadi dambaan banyak orang. Bukan tanpa alasan, sebab rambut yang sehat dan indah dapat menyempurnakan penampilan dan bikin percaya diri.

Read More

Namun, tanpa disengaja kita sering memercayai mitos mengenai rambut yang sebenarnya salah kaprah. Mitos seputar rambut ini biasanya kita dengar dari teman-teman atau lingkungan sekitar dan berasal dari sumber yang tidak valid.

Nah, terdapat sejumlah mitos tentang rambut yang justru dapat menyebabkan kerusakan pada rambut Anda. Untuk meluruskannya, simak ulasan berikut.

1. Sering menyisir membuat rambut semakin sehat

Mitos tentang rambut pertama adalah semakin sering menyisir maka rambut akan semakin sehat. Padahal faktanya tidak demikian.

Dikutip dari laman AARP, menyisir memang bermanfaat untuk melancarkan aliran darah di kulit kepala, mendistribusikan minyak alami dari pangkal ke ujung rambut, serta mencegahnya kusut.

Akan tetapi, terlalu sering menyisir juga punya dampak pada rambut. Tingginya gesekan yang terjadi pada rambut rentan merusak folikel dan membuat akar rambut lemah sehingga menjadi mudah rontok.

Kamu cukup menyisir rambut setiap bangun tidur, sehabis keramas, dan malam sebelum tidur. Selain itu, gunakan sisir bergigi lebar untuk meminimalkan rambut rontok saat menyisir.

2. Sering potong maka rambut akan semakin lebat


Ilustrasi. Sering potong membuat rambut kian tebal termasuk salah satu mitos tentang rambut (kaleido-dp/Pixabay)

Hal ini sudah jelas mitos karena memotong rambut tidak ada hubungannya sama sekali dengan meningkatkan ketebalan rambut.

Faktanya, memotong rambut setiap enam sampai delapan minggu dapat mencegah bercabang dan kerusakan pada bagian ujung rambut.

3. Sering keramas mempercepat pertumbuhan rambut

Jarang keramas memang dapat membuat pori-pori tertutup kotoran sehingga berakibat menghambat pertumbuhan rambut.

Namun bukan berarti semakin sering keramas akan membuat rambut jadi lebih cepat panjang. Terlalu banyak keramas hanya akan membuat rambut dan kulit kepala kering dan merangsang produksi sebum yang semakin banyak.

Baiknya lakukan keramas dalam frekuensi yang wajar misalnya dua hari sekali dan sesuaikan dengan jenis aktivitas supaya rambut tetap bersih dan sehat.

4. Makin banyak busa sampo, makin bersih

Keramas dengan banyak busa sampo memang menyenangkan. Anda mungkin akan merasa rambut akan semakin bersih dan kesat apabila banyak busa yang dihasilkan dari sampo.

Nyatanya, busa tidak memberi efek pembersihan setelah keramas. Sebab busa merupakan hasil dari kandungan keras yakni sulfat yang ada dalam sampo.

Justru, semakin banyak busa yang ada, akan menghilangkan minyak alami rambut. Untuk itu, pemilihan sampo yang tepat sebaiknya didasarkan pada kandungan dan jenis rambut.

5. Ada ketombe berarti kulit kepala kering

Banyak orang yang percaya bahwa ketombe muncul akibat kulit kepala yang kering. Padahal hal ini tidak sepenuhnya benar.

Ketombe tak hanya dapat muncul di kulit kepala yang kering saja, tetapi juga di berminyak. Kulit kepala yang berminyak akan memicu ketombe basah bahkan tumbuhnya jamur.

Untuk mengatasi hal ini, sebaiknya Anda keramas dengan sampo khusus ketombe basah untuk jenis rambut kulit berminyak agar dapat membantunya lebih cepat hilang.

6. Rutin ganti sampo baik untuk rambut


ilustrasi perawatan rambutIlustrasi. Rutin ganti sampo memberi efek yang baik termasuk salah satu mitos tentang rambut (iStockphoto)

Terlalu sering berganti sampo justru tidak disarankan karena dapat menghilangkan keseimbangan pH dan membuat rambut mudah kering dan rusak.

Dikutip dari laman Reader’s Digest, mitos ini bermula dari anggapan bahwa rambut akan terbiasa dengan produk sampo yang sama sehingga membuat efektivitas produk semakin berkurang.

Jila Anda harus mengganti jenis atau merek sampo, maka pastikan jarak penggunaannya tidak terlalu dekat dan dalam batas yang wajar.

7. Stres memicu rambut beruban

Tidak ada bukti ilmiah yang menyatakan bahwa stres adalah satu-satunya penyebab rambut beruban. Dilansir dari Harvard Health, stres bukanlah penyebab utama dari rambut yang lebih cepat beruban.

Penyebab utama munculnya uban adalah berhentinya produksi melanin dalam tubuh serta kerusakan sel sehingga mengakibatkan pigmen warna rambut berubah.

8. Mencabut bikin uban tumbuh makin banyak

Banyak orang melarang cabut uban dengan alasan dapat membuat rambut putih yang tumbuh semakin banyak. Namun, hal ini adalah mitos.

Meski begitu, mencabut rambut uban tetap tidak dilakukan. Alasannya, mencabut rambut dengan paksa justru hanya akan memicu iritasi hingga kerusakan pada kulit kepala dan membuat rambut semakin tipis.

Apabila hal ini terus dilakukan, folikel rambut akan mati sehingga tidak ada rambut baru yang tumbuh dan mengakibatkan kebotakan.

Itulah beberapa mitos mengenai rambut yang kerap membuat salah kaprah.

(ira/fef)



[Gambas:Video CNN]




Sumber: www.cnnindonesia.com

Related posts