8 Bahasa Tubuh yang Harus Dihindari saat Wawancara Kerja

Ada sejumlah shio yang diprediksikan akan beruntung dalam kariernya di tahun 2023. Simak di sini.

Daftar Isi



Read More

Jakarta, CNN Indonesia

Buat pelamar kerja, hindari bahasa tubuh berikut agar Anda tampil mengesankan di depan pewawancara dan mendapat pekerjaan impian.

Pelamar di industri mana pun harus menyadari bagaimana mereka mempresentasikan diri dan bahasa tubuh sangat penting dalam wawancara kerja.

Kebanyakan terlalu fokus pada pertanyaan umum selama wawancara dan trik menjawab pertanyaan tersebut.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebaliknya tak banyak yang memperhatikan bahwa meski jawabannya bagus tapi pelamar bisa tidak lolos gara-gara bahasa tubuhnya.

Berikut bahasa tubuh yang harus dihindari saat wawancara kerja.

1. Mengetukkan pena

Secara tidak sadar, mengetukkan pena, gerakan cepat, atau tersentak-sentak menunjukkan kegugupan. Perusahaan umumnya ingin mempekerjakan orang yang percaya diri, menunjukkan kesadaran diri, dan mampu mengendalikan diri.

Jika gugup, tarik napas perlahan, tatap mata pewawancara dan tersenyumlah.

2. Gerakan tangan berlebihan

Bicara sembari menggerakkan tangan sebenarnya bisa membuat seseorang terlihat lebih menarik dan ekspresif. Namun saat gugup, gerakan tangan ini jadi berlebihan dan kadang penempatannya kurang tepat.

Melansir dari Forbes, saat berlebihan, gerakan tangan bukan mengisyaratkan percaya diri dan kompeten, melainkan gugup dan gelisah.

3. Tubuh membungkuk

Stres dan rasanya ingin menghilang? Hal ini terlihat dari bahasa tubuh seperti duduk membungkuk. Coba luruskan punggung dengan tangan atau kaki menyilang. Gerakan sederhana ini akan membantu Anda rileks.

4. Jeda terlalu lama antara pertanyaan dan jawaban




Ilustrasi. Jeda terlalu lama antara pertanyaan dan jawaban adalah hal yang harus dihindari saat wawancara kerja. (Istockphoto/MangoStar_Studio)

Jeda saat akan memberikan jawaban bisa mengesankan sikap hati-hati dan penuh pertimbangan. Namun saat terlalu lama, jeda ini malah mengesankan ketidaksiapan.

5. Minim kontak mata

Salah satu keterampilan penting yang perlu dikuasai saat wawancara kerja adalah menjaga kontak mata.

Melansir dari CNBC, laporan CareerBuilder pada 2018 menyebut 67 persen dari 2.500 manajer perekrutan berkata kegagalan kontak mata jadi kesalahan yang paling sering dilakukan pelamar.

Pelamar yang mampu mempertahankan kontak mata lebih lama cenderung dianggap cerdas dan dapat dipercaya.

6. Kurang atau terlalu banyak senyum

Tersenyum sangat penting di awal dan akhir wawancara. Selingi proses wawancara dengan senyum tapi tidak perlu terlalu sering.

Senyum mampu memunculkan kesan Anda adalah orang yang sudah didekati dan disukai.

7. Warna busana terlalu mencolok




Ilustrasi jas priaIlustrasi. Memakai warna baju terlalu mencolok sebaiknya dihindari saat wawancara kerja. (Olu Eletu)

Busana dan aksesori merupakan perpanjangan tangan bahasa tubuh Anda. Aksesori berlebihan dan busana dengan warna mencolok jelas kurang sedap dipandang.

Bingung pilih warna baju? Biru dan hitam terbilang aman dan netral. Kemudian poles sepatu agar bersih, tubuh bersih dan wangi, serta rambut tertata rapi.

8. Jabat tangan kurang erat

Jabat tangan mampu memberikan kesan tertentu di awal dan akhir wawancara kerja. Sebuah studi dari Beckman Institute menemukan jabat tangan yang erat bisa menghilangkan kesan negatif dan memunculkan interaksi positif antarindividu.

Tipsnya, di akhir wawancara, pastikan menjabat tangan dengan erat diiringi tatapan mata dan kata-kata positif misal, ‘Terima kasih untuk kesempatan wawancaranya Pak Budi. Saya menantikan kabar baik dari Bapak’.

(els/pua)

[Gambas:Video CNN]



Sumber: www.cnnindonesia.com

Related posts