7 Makanan Pengganti Daging yang Kaya Protein, Enak dan Sehat

Protein untuk diet wanita bisa didapat dari berbagai jenis sumber makanan. Berikut rekomendasi jenis protein untuk menunjang program diet.
Jakarta, CNN Indonesia

Kaum vegan dan vegetarian tetap bisa mendapatkan protein meski tidak makan daging.

Read More

Pada peringatan Hari Vegan Sedunia ini, Anda perlu tahu ada beberapa makanan pengganti daging yang tak kalah enak. Makanan ini terbuat dari sumber nabati.

Diet vegan dan vegetarian disebut berhubungan dengan banyak manfaat kesehatan, termasuk penurunan kolesterol, penurunan tekanan darah, dan indeks massa tubuh.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun perlu dicatat, asupan makanan pun harus seimbang dengan nutrisi yang lengkap. Salah satu nutrisi yang paling dibutuhkan adalah protein.

Makanan pengganti daging

Daging memang pilihan sumber protein yang lezat. Walau tidak mengonsumsi daging, kaum vegan dan vegetarian tetap bisa memperoleh asupan protein lewat beberapa pilihan makanan berikut.

1. Tahu

Tahu merupakan sumber protein yang baik dan mengandung asam amino esensial penting buat tubuh. Mengutip dari Medical News Today, sebanyak 250 gram tahu mengandung 20 gram protein.

Tahu pun memiliki rasa yang netral sehingga bisa diolah menjadi berbagai menu masakan. Bahkan, beberapa orang menggunakan tahu sebagai pengganti telur atau mencampurkannya ke dalam masakan berkuah.

2. Tempe




Ilustrasi. Tempe, salah satu makanan pengganti daging yang kaya protein. (iStockphoto/alvarez)

Tempe juga merupakan hasil olahan kedelai seperti halnya tahu. Bedanya, kedelai masih utuh dan melalui proses fermentasi. Tempe pun lebih banyak mengandung serat dan protein.

Sebanyak 166 gram tempe mengandung 33,7 gram protein. Selain protein, tempe juga memberikan asupan kalsium, zat besi, magnesium, dan vitamin B6.

3. Lentil

Lentil sangat direkomendasikan sebagai pengganti daging dengan banyak kandungan protein dan serat. Mengutip dari Healthline, sebanyak 198 gram lentil mengandung 18 gram protein.

Dengan jumlah yang sama, kandungan serat pada lentil mampu memenuhi setengah kebutuhan serat harian. Jenis serat pada lentil terbukti memberi makan bakteri baik bagi usus besar sehingga pencernaan lebih sehat.

4. Seitan

Seitan terbuat dari gluten gandum. Gandum diolah dengan dihilangkan kandungan patinya. Hasilnya berupa makanan padat protein dengan tekstur mirip ayam dan rasa ringan.

Seitan banyak digunakan untuk produk daging tiruan. Dalam 4 ons seitan mengandung 28 gram protein. Selain itu, seitan juga mengandung riboflavin, niacin, dan vitamin B6.

Meski bergizi, seitan tidak disarankan buat orang yang menderita celiac atau penyakit autoimun. Asupan gluten bisa bikin penyakit kambuh.

5. Kacang hijau

Kacang hijau kerap diolah jadi bubur sebagai menu sarapan atau kudapan. Setiap 160 gram kacang hijau matang mengandung hampir 9 gram protein.

Jenis kacang-kacangan satu ini juga kaya akan nutrisi seperti serat, tiamin, folat, vitamin (vitamin A, C, K), dan mineral (mangan, magnesium, fosfor, seng, zat besi).

6. Oatmeal

Oat biasanya disarankan buat mereka yang sedang diet. Padahal, sumber pangan satu ini bisa dikonsumsi siapa pun, terlebih yang menganut pola makan vegan dan vegetarian.

Dalam 40 gram oat kering mengandung 5 gram protein dan 4 gram serat. Oat juga mengandung magnesium, seng, fosfor, dan folat. Oat bisa diolah jadi oatmeal sampai burger vegetarian. Selain itu, oat bisa digiling halus sebagai bahan kue.

7. Kacang-kacangan

Kacang-kacangan dan produk turunannya merupakan sumber protein yang baik. Sebanyak 28 gram kacang-kacangan mengandung sekitar 5-7 gram protein, tergantung varietasnya.

Selain protein, kacang-kacangan juga mengandung serat, lemak sehat, zat besi, kalsium, magnesium, selenium, fosfor, serta vitamin E dan B.

(els/asr)


[Gambas:Video CNN]



Sumber: www.cnnindonesia.com

Related posts