7 Alasan Tak Terduga Bau Badan, Hati-hati Deodoranmu

Dosen di sebuah universitas di Aceh mengeluhkan bau badan mahasiswa yang cukup mengganggu kegiatan belajar mengajar di kampus.
Jakarta, CNN Indonesia

Urusan bau badan ternyata bisa sampai bikin dosen memberikan imbauan buat mahasiswanya, sebagaimana yang terjadi di salah satu universitas di Aceh.

Read More

Bau badan memang sering kali tak bisa dihindari. Namun, ada beberapa alasan pemicu bau badan yang bisa Anda hindari.

Bau badan merupakan campuran bakteri dan keringat pada kulit. Seperti dikutip dari Cleveland Clinic, keringat sebenarnya tidak berbau. Namun, saat bercampur dengan bakteri, keringat jadi berbau manis, asam, menyengat atau mirip bau bawang.

Bau badan juga bisa berubah seiring perubahan hormon, asupan makanan, infeksi, pengobatan atau kondisi kesehatan.

Berikut alasan tak terduga bau badan.

1. Stres berlebih

Saat berada di bawah tekanan, tubuh akan berkeringat lebih banyak.

Keringat banyak sebenarnya tidak berkorelasi dengan bau badan. Namun, saat keringat bertemu dengan bakteri, akan muncul bau tak sedap.

“Situasi stres akan mengakibatkan seseorang berkeringat lebih banyak,” jelas Rupal Christine Gupta, dokter anak, seperti dikutip dari Seventeen.

2. Pilihan material busana yang kurang tepat


Ilustrasi. Pilih baju berbahan katun untuk menghindari bau badan. (iStockphoto/LightFieldStudios)

Anda sudah mandi, mengenakan parfum, dan deodoran, tapi tetap bau badan? Coba cek lagi busana yang dikenakan.

Dikutip dari Shape, pilihan material seperti rayon, poliester, nilon sampai sutera membuat bau keringat makin tidak karuan.

Sebaiknya pilih busana dengan material katun, wol, dan linen saat Anda akan beraktivitas. Bahan-bahan ini akan menyerap dan melepas keringat.

3. Pemakaian deodoran

Deodoran biasa digunakan untuk menyamarkan bau ketiak. Namun, kadang deodoran malah bisa makin mengacaukan kondisi ketiak dan membuatnya lebih bau.

“Deodoran tak hanya mengubah jumlah, tetapi juga jenis bakteri yang hidup di kulit Anda. Terutama dapat menyebabkan lebih banyak bakteri penyebab bau,” kata Gupta.

Akan tetapi, Anda tidak harus mengeliminasi deodoran di rumah. Sebaiknya, padukan dengan penggunaan antiperspirant. Jenis produk ini berfungsi untuk mengurangi volume keringat sehingga mencegah potensi bau badan.

Antiperspirant biasanya digunakan jelang tidur atau setelah mandi. Untuk hasil terbaik, gunakan dalam kondisi kulit kering.

4. Kekurangan magnesium

Kekurangan nutrisi tertentu, seperti magnesium, bisa membuat bau badan semakin semerbak. Riset menemukan bahwa orang yang kekurangan magnesium memiliki bau badan lebih kuat daripada orang yang cukup asupan magnesium.

Oleh karenanya, cukupi kebutuhan magnesium dengan mengonsumsi sayuran hijau dan kacang-kacangan.

5. Hobi konsumsi makanan manis

Bakteri menyukai gula. Jika Anda suka mengonsumsi makanan manis, maka pertumbuhan bakteri jadi tak terkendali.

Seperti dikutip dari Health Fully, bakteri atau jamur bisa mengubah gula menjadi alkohol. Kondisi ini akan berkontribusi pada bau badan.

6. Makan gorengan


Ilustrasi Tempe GorengIlustrasi. Ngemil gorengan jadi salah satu penyebab timbulnya bau badan. (Midori/Wikipedia)

Sebagian orang menghindari bawang merah, bawang putih, dan rempah lain dengan rasa kuat demi menjaga badan agar tidak bau. Namun, kadang badan tetap saja bau. Kenapa bisa demikian?

Rupanya gorengan atau makanan yang serba digoreng jadi kambing hitam. Lemak dan minyak pada makanan yang digoreng dan dipanggang memicu pencernaan buruk serta bau badan.

7. Bulu ketiak lebat

Tak ada yang salah dengan membiarkan bulu ketiak tumbuh alami. Namun, yang perlu dipahami, bulu ketiak yang lebat akan menangkap keringat dan bakteri sehingga timbul bau.

Selain mengurangi ketebalan bulu ketiak, kurangi bau dengan menggosok atau scrub area ketiak saat mandi dengan sabun anti kuman.

(els/asr)



[Gambas:Video CNN]




Sumber: www.cnnindonesia.com

Related posts