6 Manfaat Jamur Cordyceps ‘The Last of Us’, Bikin Jantung Sehat

Jamur Cordyceps sebagaimana yang muncul dalam serial The Last of Us ternyata punya potensi manfaat buah kesehatan.

Jakarta, CNN Indonesia

Jamur Cordyceps tengah dibicarakan berkat serial The Last of Us. Jamur ini ternyata punya potensi manfaat buat kesehatan. Salah satunya, menjaga jantung tetap sehat.

Read More

Teranyar, jamur ini menginfeksi laman pencarian Google Search. Saat Anda mengetik The Last of Us, klik gambar jamur di bawah, lantas jamur-jamur bermunculan di monitor.

Cordyceps termasuk dalam genus jamur parasit yang biasa tumbuh di larva serangga.

Saat dikemas dalam serial The Last of Us, jamur terkesan menyeramkan. Padahal, dalam pengobatan China, jamur ini justru digunakan untuk mengatasi berbagai masalah medis, termasuk di antaranya mengatasi diabetes.

Berikut beberapa manfaat kesehatan dari jamur Cordyceps, mengutip berbagai sumber.

1. Dorong performa olahraga

Cordyceps dianggap mampu meningkatkan produksi molekul adenosine triphosphate (ATP) tubuh. ATP penting untuk memberikan energi ke otot yang pada akhirnya bisa mendorong performa olahraga.

Sebuah studi menemukan suplementasi Cordyceps setiap hari secara bertahap mampu meningkatkan asupan oksigen maksimum (VO2max) setelah tiga minggu. Dari hasil riset, peneliti yakin Cordyceps bisa meningkatkan toleransi atlet terhadap latihan intensitas tinggi.

Akan tetapi, seperti dikutip dari Very Well Health, riset hanya dilakukan dalam waktu singkat dan berskala kecil. Masih perlu lebih banyak riset untuk memastikan suplementasi jamur ini aman buat manusia.

2. Antipenuaan

Peneliti meyakini jamur Cordyceps punya potensi sebagai antipenuaan berkat kandungan antioksidannya. Namun, riset yang ada saat ini masih sebatas uji coba pada hewan.

Mengutip dari Healthline, beberapa penelitian membuktikan bahwa jamur Cordyceps meningkatkan antioksidan pada tikus tua. Di sini, daya ingat dan fungsi seksual tikus meningkat.

3. Potensi obat diabetes


Ilustrasi. Mengatasi diabetes, salah satu manfaat jamur CordycepsĀ dalam serialĀ The Last of Us. (iStockphoto/Michail_Petrov-96)

Dalam pengobatan tradisional, jamur Cordyceps telah lama digunakan untuk menangani diabetes. Namun, belum ada penelitian yang menyelidiki efek ini pada manusia.

Studi masih terbatas pada uji coba pada hewan. Ekstrak Cordyceps ditemukan punya potensi untuk melindungi sel beta pembuat insulin pada tikus.

Tak hanya itu, salah satu kandungan pada jamur yang disebut cordyceptin juga dikaitkan dengan aktivitas antidiabetes.

4. Cegah kanker

Sebuah riset menunjukkan ada kaitan antara jamur Cordyceps dengan pencegahan kanker. Dikutip dari US News, ekstrak metanol dari cordyceps sinensis punya efek sitotoksisitas pada sel kanker.

Dengan kata lain, zat ini mampu membunuh sel kanker dan mencegah pembelahan serta pertumbuhan sel kanker lebih lanjut.

Studi lain menunjukkan cordyceps sinensis bisa menghambat pertumbuhan tumor dan jadi agen kemoterapi ajuvan yang potensial. Kemoterapi ajuvan merupakan jenis terapi tambahan selain terapi utama untuk efektivitas pengobatan.

5. Dukung sistem imun

Berdasarkan tinjauan literatur yang dipublikasikan di jurnal Frontiers, sejumlah senyawa pada jamur Cordyceps menunjukkan aktivitas imunostimulasi. Aktivitas imunostimulasi berarti ada modifikasi respons sistem kekebalan tubuh.

Bisa dikatakan, jamur Cordyceps dapat membantu tubuh melawan infeksi dengan meningkatkan kemampuan sistem imun.

6. Menyehatkan jantung

Jamur Cordyceps bisa digunakan untuk mendukung kesehatan jantung. Di China, Cordyseps disetujui sebagai regimen pengobatan aritmia atau kondisi detak jantung tidak teratur.

Cordyceps juga bisa memiliki efek menguntungkan pada kadar kolesterol. Riset pada hewan menunjukkan bahwa Cordyceps menurunkan kolesterol jahat (LDL). Kolesterol jahat bisa meningkatkan risiko penyakit jantung.

(els/asr)






Sumber: www.cnnindonesia.com

Related posts