5 Perbedaan Soulmate dan Life Partner, Ketahui dari Cirinya

Saat sedang menyukai seseorang, Anda akan bertanya-tanya apakah si dia juga memiliki perasaan yang sama. Jika takut bertanya, perhatikan saja bahasa tubuhnya.
Jakarta, CNN Indonesia

Kata soulmate dan life partner mungkin sering Anda dengar dalam istilah percintaan. Julukan ini biasanya disematkan untuk pasangan.

Read More

Meski sekilas terasa mirip, tapi keduanya ternyata punya arti dan ciri-ciri yang berbeda. Berikut perbedaan soulmate dan life partner untuk Anda tahu.

Apa Itu Soulmate dan Life Partner?

Merujuk Merriam webster, soulmate atau belahan jiwa didefinisikan sebagai seseorang yang sangat cocok atau mempunyai kemiripan dengan orang lain dari sikap atau keyakinannya.

Pengertian soulmate tak terbatas pada pasangan seperti suami atau istri, tetapi bisa orang lain yang mungkin punya kecocokan atau kemiripan dalam karakter, sikap, atau prinsip.

Sementara menurut Pakar Keluarga Berencana Pantea Fozouni, pendiri Palm Desert Law Group, APC, pengertian life partner atau teman hidup lebih mengacu pada pasangan yang terjalin dalam hubungan romantis dan tinggal bersama.

Perbedaan Soulmate dan Life Partner


Ilustrasi. Perbedaan soulmate dan life partner. (Foto: iStock/Hiraman)

Dari segi pengertian, mungkin sedikit tergambar mengenai perbedaan soulmate dan life partner. Di bawah ini ada contoh lain yang membedakan keduanya, melansir berbagai sumber.

1. Soulmate itu banyak, life partner hanya satu

Soulmate tidak hanya satu orang saja. Mereka bisa berjumlah banyak seperti sahabat, teman, rekan kerja, bahkan orang asing. Soulmate juga bisa datang dan pergi kapan saja.

Sementara life partner umumnya hanya dipilih satu orang. Keberadaan individu yang dianggap sebagai life partner cenderung stabil dan menetap.

Sebab life partner merupakan sosok yang Anda percaya sepenuh hati. Ada rasa cinta dan menghormati, serta bisa diandalkan untuk membantu menjalani hidup.

2. Soulmate memberi pelajaran, life partner kasih kenyamanan

Soulmate mempunyai tugas sebagai sosok yang membantu untuk terus berkembang. Mereka dapat memberi banyak pelajaran dalam hidup.

Anda dan soulmate memungkinkan punya cara berpikir sama. Ketika ada masalah, soulmate hanya membantu sementara lalu kembali pergi dari kehidupan kita.

Berbeda dengan life partner, ketika pasangannya mengalami suatu masalah, konsentrasi mereka lebih mengutamakan kondisi Anda daripada masalah itu sendiri.

Life partner memungkinkan membantu menyelesaikan masalah. Tapi setelahnya, ia akan berusaha untuk terus menjaga supaya Anda tidak mengalami masalah yang sama.

3. Karakter hubungan tidak sama

Mengutip YourTango, soulmate dapat terasa seperti seakan-akan punya ikatan dan telah mengenal sejak lama. Antara Anda dan soulmate kerap mengalami kilas balik atau momen deja vu, kejadian yang terasa pernah bersama sebelumnya.

Sementara hubungan yang terbentuk dengan life partner, biasanya berdasarkan ketertarikan fisik dan emosional satu sama lain. Sejak awal, life partner akan memberi nuansa hubungan yang berbeda. Kemudian tercipta keintiman dan berupaya untuk selalu bersama.

4. Soulmate hadir tiba-tiba, life partner datang karena persiapan

Soulmate datang secara tiba-tiba. Seperti bertemu di sekolah, tempat kerja, atau pertemuan lain yang tidak disengaja. Ketika berinteraksi satu sama lain, Anda hanya merasakan ada hal-hal sama yang dianggap cocok atau selaras.

Sementara dengan life partner, Anda akan mengutamakan persiapan diri sebelum menyambut mereka datang. Saat pertama bertemu, fokus dengan belajar mengenal satu sama lain tentang perbedaan, persamaan, keyakinan, lalu pada akhirnya tercipta keputusan yang logis.

5. Soulmate bisa sementara, life partner bisa selamanya

Teman, sahabat, kerabat, kolega, semua itu bisa menjadi soulmate dalam periode waktu tertentu atau sementara. Terlebih jika di antara Anda dan soulmate ada perbedaan pendapat atau selisih paham. Keduanya akan lebih mudah pergi kapan saja.

Perbedaan soulmate dan life partner di sini cukup mencolok. Life partner cenderung sudah menguasai karakter atau sifat pasangan secara mendalam.

Ketika ada perselisihan, life partner bisa bertindak memaklumi, memaafkan, atau memberi kesempatan untuk mengevaluasi diri supaya lebih baik ke depannya.

(avd/fef)



[Gambas:Video CNN]




Sumber: www.cnnindonesia.com

Related posts