5 Benda Asing Ini Berbahaya Jika Tertelan Anak, Segera Bawa ke Dokter

Kerap dianggap sepele, kasus anak menelan benda asing ternyata bisa membahayakan nyawa anak. Ada deret benda asing yang jika tertelan bisa berbahaya.
Jakarta, CNN Indonesia

Kerap dianggap sepele, kasus anak menelan benda asing ternyata bisa membahayakan nyawa anak. Ada deret benda asing yang jika tertelan bisa berbahaya.

Read More

Anak-anak, terutama usia di bawah 5 tahun rentan mengalami insiden menelan benda asing.

Ariani Dewi Widodo, dokter spesialis anak-konsultan, berkata gejala anak menelan benda asing ini beragam seperti, anak kesulitan menelan, timbul nyeri di kerongkongan atau dada, tersedak, napas berbunyi, atau air liur berlebihan.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Kadang benda asing tidak selalu aman [ketika tertelan]. Ada efek tertentu yang kadang bisa berbahaya,” kata Ariani dalam webinar bersama Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) pada Kamis (9/11).

Menurut Ariani, ada sejumlah benda asing yang berbahaya saat tertelan dan perlu tindakan medis segera.

1. Baterai




Ilustrasi. Dokter ingatkan agar orang tua segera bawa anak ke dokter jika tak sengaja menelan baterai. (InspiredImages/Pixabay)

Baterai terutama baterai koin biasanya digunakan pada jam atau mainan tertentu. Karena ukurannya kecil, baterai rentan tertelan anak.

Ariani menjelaskan baterai bisa berbahaya karena dua faktor yakni diameter dan bahan baterai. Baterai dengan diameter lebih besar meningkatkan risiko gangguan area kerongkongan, sementara material baterai berupa sel litium memicu tegangan lebih tinggi.

Baterai akan memicu cedera pada jaringan akibat pembentukan radikal hidroksil. Cedera ini bisa mematikan jaringan atau mukosa.

“Baterai baru memiliki risiko cedera lebih dari 3 kali lipat dibandingkan dengan baterai yang sudah habis,” imbuhnya.

2. Magnet

Magnet bisa sangat berbahaya saat tertelan apalagi jika jumlahnya dua atau lebih. Saat anak menelan dua buah magnet atau lebih, kondisi ini sudah termasuk kondisi darurat.

“Magnet saling menarik dan bisa menjepit jaringan di tengahnya sehingga jaringan mati. Jaringan mati lalu bisa berlubang membuat isi pencernaan keluar. Ini kondisi yang membahayakan nyawa,” jelas Ariani.

Kasus lain yang tidak kalah gawat adalah saat magnet menembus organ misal, lambung, lalu menempel pada usus dan membentuk ‘jembatan’ sehingga kedua organ terhubung.

3. Benda tajam

Benda tajam seperti jarum jarang sekali menancap pada kerongkongan atau organ pencernaan. Dalam kasus tertelan jarum pentul, bagian tajam tidak menancap sebab yang berada di bawah adalah bagian bulatannya.

“Namun pernah jarum pentul masuk lambung. Saat lambung kontraksi, menancap dan masuk ke usus dua belas jari,” kata Ariani.

4. Koin dan benda tumpul lain




ilustrasi uang koin 1000Ilustrasi. Jika anak tak sengaja menelan benda asing seperti koin, maka orang tua harus segera membawanya ke dokter. (iStockphoto/wrangel)

Kasus anak menelan koin cukup umum terjadi. Koin yang sering tertelan adalah koin Rp1.000 yang tipis dan koin Rp500 yang edisi lama.

Koin bisa berbahaya karena akan menyumbat saluran tenggorokan atau kerongkongan.

“Bulan lalu, ada anak tertelan koin Rp50 yang baru. Itu ringan dan kecil. Biasanya yang sangat ringan itu enggak gampang tertelan,” katanya.

5. Benda cair berbahaya

Benda cair dan berbahaya saat tertelan antara lain, minyak tanah, soda api, larutan detergen, air sabun, dan air aki atau asam sulfat.

Benda cair ini bisa merusak jaringan saluran cerna. Secara garis besar, ada dua jenis cairan yakni asam dan basa. Cairan asam seperti asam sulfat akan cepat memicu reaksi saat tertelan.

Berbeda dengan cairan asam, cairan basa justru tidak cepat memicu reaksi misal, air sabun pencuci piring, air detergen. Reaksi baru terjadi setelah beberapa waktu.

“Cairan kontak dengan jaringan, timbul reaksi persabunan atau membuat jaringannya jadi mencair. Jaringan sudah rusak parah tapi tidak terdeteksi di detik pertama. Kerusakan terus berjalan meski cairan tidak bersentuhan lagi dengan jaringan,” kata Ariani.

(els/pua)

[Gambas:Video CNN]



Sumber: www.cnnindonesia.com

Related posts