5 Bahaya Cukur Bulu Kemaluan Asal-asalan, Awas Bisa Bisulan

Mencukur rambut di area organ intim harus dilakukan dengan hati-hati. Berikut beberapa bahaya mencukur bulu kemaluan jika dilakukan asal-asalan.
Jakarta, CNN Indonesia

Rambut di area kemaluan sesungguhnya tak sepenuhnya negatif. Ia juga memiliki fungsinya tersendiri untuk melindungi miss V dari kotoran, debu, dan infeksi mikroba.

Read More

Namun, banyak orang ‘gatal’ dan ingin membuat area intimnya terlihat bersih tanpa kehadiran bulu-bulu halus. Salah satu jalannya adalah dengan mencukurnya.

Anda perlu tahu, ada beberapa bahaya mencukur bulu kemaluan jika dilakukan sembarangan.

Dalam sebuah survei, orang-orang yang mencukur bulu kemaluannya dilaporkan melakukannya untuk tujuan higienis. Namun sesungguhnya, seperti layaknya rambut lain pada tubuh, bulu kemaluan memerangkap keringat, minyak, dan bakteri.

Selama Anda mencucinya secara teratur, bulu kemaluan tak terlalu perlu dicukur atau dihilangkan. Jika tidak dilakukan secara benar, mencukur bulu kemaluan juga dapat meningkatkan beberapa risiko kesehatan.

Melansir Healthline, berikut beberapa risiko terkait tindakan mencukur bulu kemaluan yang tidak dilakukan dengan benar.

1. Area kemaluan terluka

Luka di area kemaluan akibat cukur sangat umum terjadi. Studi melaporkan, 25,6 persen orang yang mencukur kemaluan mengalami luka selama atau setelah pencukuran.

Dalam studi tersebut, luka sayatan adalah luka yang paling banyak dilaporkan. Termasuk juga dengan luka bakar dan ruam.

2. Infeksi

Bulu kemaluan berfungsi sebagai pelindung dengan menjebak patogen yang bisa masuk ke tubuh. Mencukur bulu kemaluan dapat membuat seseorang lebih rentan terhadap infeksi umum, seperti infeksi saluran kemih (ISK), vaginitis, dan infeksi jamur.

3. Bisul


Ilustrasi. Ada beberapa bahaya mencukur bulu kemaluan jika dilakukan asal-asalan. (iStockphoto/Teerasak1988)

Dalam kasus yang jarang terjadi, pencukuran bulu dapat menyebabkan timbulnya bisul di area kemaluan. Bisul dapat berkembang dari iritasi dan infeksi kulit, seperti selulitis dan folikulitis.

Bisul biasanya muncul sebagai benjolan merah tepat di bawah permukaan kulit dan dapat berisi nanah.

4. Muncul abses

Seperti bisul, abses bisa berkembang dari iritasi yang disebabkan oleh metode mencukur bulu ataupun waxing. Abses adalah infeksi dalam di bawah kulit yang menyebabkan nyeri, bengkak, dan kemerahan.

5. Infeksi menular seksual

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa mencukur bulu kemaluan dikaitkan dengan peningkatan risiko infeksi menular seksual (IMS).

Beberapa IMS yang dikaitkan dengan mencukur kemaluan meliputi klamidia, herpes, HIV, virus papiloma manusia (HPV), moluskum kontagiosum, dan sipilis.

Cara menghindari risiko

Jika ingin mengurangi risiko mencukur bulu kemaluan, Anda dapat melakukan beberapa hal yang mungkin membuatnya lebih aman. Berikut di antaranya:

1. Bersihkan tubuh sebelumnya untuk mencegah penularan bakteri.
2. Disinfeksi pisau cukur sebelumnya.
3. Gunakan cermin genggam untuk memandu pencukuran bulu.
4. Jaga kulit tetap lembap ketika mencukur.
5. Gunakan pelembap setelah mencukur untuk menenangkan kulit yang teriritasi.
6. Hindari pakaian ketat selama beberapa hari setelah mencukur.

(del/asr)



[Gambas:Video CNN]




Sumber: www.cnnindonesia.com

Related posts