4 Penyebab Stunting yang Sering Disepelekan, Keluarga Tak Harmonis

Hari Gizi Nasional diperingati pada tanggal 25 Januari saban tahun. Tahun ini, masyarakat kembali diingatkan untuk bersama-sama berupaya mencegah stunting.

Jakarta, CNN Indonesia

Stunting kembali menjadi tema perayaan Hari Gizi Nasional. Stunting tampaknya masih terus menjadi perbincangan.

Read More

Dokter spesialis gizi klinis di Rumah Sakit Siloam, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Marya Haryono mengatakan bahwa ada banyak faktor yang bisa jadi penyebab anak mengalami stunting.

“Penyebabnya multifaktor, memang yang paling utama itu, kan, kurang gizi,” ujar Marya dalam acara yang digelar Kalbe di Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (25/1).

Marya juga mengatakan, faktor ekonomi tak menjadi satu-satunya penyebab stunting. Beberapa anak yang berasal dari keluarga berkecukupan juga bisa mengalami stunting.

Penyebab stunting

Berikut beberapa hal yang bisa menjadi penyebab anak mengalami stunting.

1. Nutrisi tak terpenuhi saat hamil

Kata Marya, pemenuhan gizi selama kehamilan penting untuk diperhatikan. Ibu hamil harus mengonsumsi makanan bergizi sejak masa awal kehamilan.

Hal yang perlu diingat adalah stunting tidak terjadi hanya karena gizi anak tak terpenuhi saat bayi. Tapi, stunting juga bisa terjadi karena gizi tak terpenuhi sejak masa kehamilan.

2. Masalah rumah tangga


Ilustrasi. Kondisi keluarga juga jadi salah satu faktor penyebab stunting. (Istockphoto/ Fizkes)

Keluarga yang harmonis sangat berpengaruh terhadap tumbuh kembang si kecil. Jika ibu dan ayah tidak rukun, anak akan mengalami kehidupan yang kurang perhatian. Pola makan anak jadi tidak teratur.

Maka dari itu, sangat penting anak tumbuh di keluarga yang harmonis.

“Iya, [keharmonisan rumah tangga] berpengaruh, meskipun tidak langsung. Jadi tidak cukup hanya dengan ekonomi orang tuanya cukup. Karena anak memerlukan perhatian penuh dari orang tua,” kata Marya.

3. Masalah ekonomi

Faktor ekonomi memang berpengaruh terhadap pemenuhan gizi si kecil. Tapi bukan berarti masalah ekonomi ini dialami oleh keluarga yang tidak berkecukupan.

Kata Marya, masalah ekonomi ini berkaitan dengan daya beli. Misal, ketika orang tua yang cukup secara ekonomi, tapi tidak pernah membeli makanan dengan gizi dan nutrisi cukup. Hal ini juga akan membuat anak mengalami stunting.

“Misal orang tua tidak perhatian. Terlalu sering beri yang instan, gizinya jadi tidak terpenuhi,” kata dia.

4. Lingkungan kotor

Tempat tinggal yang bersih sangat penting untuk tubuh kembang anak. Jika lingkungan kotor, makanan yang dicerna anak juga akan kotor.

Efeknya, bisa memengaruhi tumbuh kembang hingga menyebabkan stunting.

“Memang sangat banyak faktor yang bisa membuat anak mengalami stunting, tapi polanya sama, yaitu berujung pada kekurangan nutrisi dan gizi buruk yang dialami anak,” katanya.

(tst/asr)






Sumber: www.cnnindonesia.com

Related posts