27 Tahun Berkarya, Desainer Raf Simons Tutup Label Fesyen Miliknya

Desainer asal Belgia Raf Simons mengumumkan bakal menutup label fesyen miliknya setelah berjaya selama 27 tahun lamanya.

Jakarta, CNN Indonesia

Read More

Desainer asal Belgia Raf Simons mengumumkan bakal menutup label fesyen miliknya setelah berjaya selama 27 tahun lamanya.

Kabar tersebut dibagikan melalui sebuah unggahan di akun Instagram miliknya pada Senin (21/11). Dalam unggahan itu, ia menulis bahwa koleksi Spring/Summer 2023 yang baru saja diluncurkan bakal menjadi koleksi terakhirnya.

“Saya tidak memiliki kata-kata untuk mengungkapkan betapa bangganya saya atas semua yang telah kami capai,” tulis Simons dalam unggahannya tersebut, sebagaimana dilansir dari CNN.

[Gambas:Instagram]

“Saya berterima kasih atas dukungan luar biasa dari tim, dari kolaborator, dari pers dan pembeli, dari teman dan keluarga saya, dan dari penggemar setia dan pengikut setia kami. Terima kasih semua, karena percaya pada visi kami dan percaya pada saya,” tulisnya lebih lanjut.

Namun demikian, tak dijelaskan apa alasan Simons menutup labelnya. Tak disebutkan pula bagaimana dengan rencana Simons ke depannya.

Namun, banyak orang berspekulasi bahwa penutupan disebabkan oleh pasar keuangan industri fesyen yang kini tengah bergejolak.

Ada juga spekulasi yang menyebutkan bahwa Simons ingin fokus sepenuhnya pada perannya sebagai Co-Creative Director Prada bersama Miuccia Prada.

Selama hampir tiga dekade, Simons telah menjadi sosok kuat yang dihormati secara luas dalam industri mode. Dia meluncurkan label pakaian pria yang terinspirasi budaya remaja pada tahun 1995 silam.

Simons juga diketahui telah menjabat sebagai direktur kreatif di sejumlah rumah mode seperti Dior dan Calvin Klein. Ia mulai bergabung bersama Prada pada 2020 lalu.

Pada 2017 lalu, Simons dinobatkan sebagai Menswear and Womenswear Designer of the Year oleh Council of Fashion Designers of America untuk karyanya di Calvin Klein, dan Designer of the Year oleh British Fashion Council.

Dalam beberapa tahun terakhir, koleksi eponim dari Simons telah membuktikan bahwa pengaruhnya yang beragam terhadap dunia mode.

Namun demikian, ditutupnya label fesyen tampaknya tak menjadi akhir dari karier Simons sebagai desainer. Ia akan terus berkreasi bersama Prada.

(del/asr)






Sumber: www.cnnindonesia.com

Related posts